PPP Usulkan Jokowi Rekrut Cawapres dari Kalangan Santri

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 07/02/2018 13:21 WIB
Para ulama di Partai Persatuan Pembangunan mengusulkan agar Jokowi merekrut cawapres berlatar santri dan bisa menjaga keutuhan NKRI. Ketua Umum PPP Romarhummuziy (kanan) mengatakan partainya baru akan menggodok nama calon pendamping Jokowi pada 2019 mendatang. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan salah satu kriteria calon wakil presiden pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019, yakni mereka yang berlatar belakang santri.

Kriteria lain yang diusulkan PPP adalah sosok yang nantinya bisa berjalan seiring dan sehati, serta mampu meredam kebangkitkan ujaran suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Atas dasar masukan dari para ulama menyampaikan, dengan kebersamaan yang ditunjukan dengan presiden, ada baiknya presiden pertimbangkan untuk menjaga keutuhan NKRI tidak ada ikatan kebencian dan saling fitnah, kemudian didampingi oleh santri," kata Ketua PPP Muhammad Romahurmuziy, kemarin.


Romi, sapaan akrab Romahurmuziy juga tak memungkiri ada aspirasi dari para kader untuk memintanya mendampingi Jokowi di 2019. Namun, meski menilai wajar, Romi juga memperhitungkan partai lain yang bakal mengusung Jokowi.

PPP baru akan membahas calon pendamping Jokowi, April mendatang. 

"Kami setiap kali turun selalu bertanya kepada ulama dan bertanya kepada konstituen, dan kami pada April akan melangsungkan munas alim ulama membahas tersebut (cawapres Jokowi)," kata Romi.

PPP secara resmi telah menyatakan bakal mendukung Jokowi sebagai calon presiden 2019. Selain PPP, partai lainnya antara lain Golkar, NasDem, Hanura, dan PKPI.

PDI Perjuangan sebagai partai yang memayungi Jokowi sampai saat ini belum mendeklarasikan dukungan kepada mantan Wali Kota Solo itu.

Dari segi elektabilitas, Jokowi berdasarkan survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA masih berada di posisi teratas. Namun, kansnya memenangkan Pilpres 2019 belum sepenuhnya aman.

Elektabilitas Jokowi berdasarkan survei LSI Denny JA pada 7-14 Januari 2018, tercatat mencapai 48,50 persen. Angka itu tidak aman mengingat status Jokowi sebagai petahana.

Idealnya, menurut LSI Denny JA, petahana maju dengan elektabilitas lebih dari 50 persen.

LSI Denny JA juga mencatat ada 41,20 persen responden atau hampir mayoritas memilih calon presiden selain Jokowi di Pilpres 2019. (wis)