Kriteria lain yang diusulkan PPP adalah sosok yang nantinya bisa berjalan seiring dan sehati, serta mampu meredam kebangkitkan ujaran suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
"Atas dasar masukan dari para ulama menyampaikan, dengan kebersamaan yang ditunjukan dengan presiden, ada baiknya presiden pertimbangkan untuk menjaga keutuhan NKRI tidak ada ikatan kebencian dan saling fitnah, kemudian didampingi oleh santri," kata Ketua PPP Muhammad Romahurmuziy, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPP baru akan membahas calon pendamping Jokowi, April mendatang.
PPP secara resmi telah menyatakan bakal mendukung Jokowi sebagai calon presiden 2019. Selain PPP, partai lainnya antara lain Golkar, NasDem, Hanura, dan PKPI.
Dari segi elektabilitas, Jokowi berdasarkan survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA masih berada di posisi teratas. Namun, kansnya memenangkan Pilpres 2019 belum sepenuhnya aman.
Elektabilitas Jokowi berdasarkan survei LSI Denny JA pada 7-14 Januari 2018, tercatat mencapai 48,50 persen. Angka itu tidak aman mengingat status Jokowi sebagai petahana.
LSI Denny JA juga mencatat ada 41,20 persen responden atau hampir mayoritas memilih calon presiden selain Jokowi di Pilpres 2019. (wis/sur)