Anies: Janji Kampanye Drainase Vertikal Sudah Terealisasi

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 08/02/2018 03:54 WIB
Anies: Janji Kampanye Drainase Vertikal Sudah Terealisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim program drainase vertikal guna mengurangi banjir di ibu kota sudah dilaksanakannya sejak Februari. (Dok/Foto: CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim program drainase vertikal guna mengurangi banjir di ibu kota sudah dilaksanakannya sejak Februari, tetapi ia sengaja belum mau mengumumkannya.

Program drainase vertikal adalah salah satu janji Anies dan wakilnya, Sandiaga Uno sejak masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

"Sudah. Bahkan, Februari ini sebenarnya proses inspeksi jalan. Cuma nggak mau diumumkan dulu asalnya," kata Anies di Jakarta, Rabu (7/2).



Anies mengatakan, drainase vertikal diperlukan bila curah hujan di Jakarta terbilang tinggi. Dengan begitu, air hujan tidak semua tertampung di sungai, melainkan terserap ke dalam tanah.

"Kalau curah hujan di Jakarta tinggi, maka dimasukkan ke dalam tanah," ujarnya.

Namun, kata Anies, terdapat dua kondisi yang membuat drainase vertikal bukanlah solusi utama. Pertama, jika terjadi hujan lebat di hulu dan ibu kota menerima banjir kiriman seperti yang terjadi awal Februari ini. Kedua, jika terjadi penurunan muka tanah yang menyebabkan banjir rob.


Untuk mengurangi banjir kiriman alias limpahan air dari hulu, Anies berharap proyek infrastruktur bendungan di Sukamahi dan Ciawi, Kabupaten Bogor segera rampung. Keduanya merupakan wilayah hulu dari sungai-sungai di Jakarta.

"Sebenarnya, kuncinya adalah memastikan pembangunan waduk di sana berjalan dengan cepat dan sudah diperiksa bulan lalu," kata Anies.

"Pak Presiden (Joko Widodo) Desember kemarin ke sana. Semoga segera tuntas," lanjutnya.

Saat kampanye, Anies mengatakan persoalan banjir yang melanda Jakarta tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu solusi. Menurutnya, perlu berbagai pendekatan untuk bisa mengatasi persoalan yang berlangsung setiap musim penghujan ini.


"Jadi ada yang harus dibereskan dengan penambahan situ. Ada yang harus dibereskan dengan vertical drainage. Ada yang harus dibereskan dengan pengerukan. Jadi tidak satu solusi untuk seluruh masalah," kata Anies, Februari 2017 lalu.

Solusi pertama yang ditawarkannya adalah dengan pengendalian air yang turun melalui sumur resapan atau drainase vertikal. Solusi kedua, penampungan air melalui situ atau waduk dan membenahi penyerapan di daerah hulu. (rah/rah)