Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan dengan adanya penurunan status ini zona perkiraan bahaya pun diturunkan.
"Dengan penurunan status ini, zona perkiraan bahaya juga diturunkan dari yang awalnya enam kilometer menjadi empat kilometer dari kawah puncak Gunung Agung," ujar Menteri ESDM, Ignasius Jonan, setelah memimpin rapat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali.
Lihat juga:Gunung Agung Sempat Erupsi Empat Kali |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan penurunan status tersebut berdasarkan hasil pengamatan PVMBG terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung yang relatif menurun secara signifikan.
"Citra satelit termal juga menunjukkan adanya penurunan temperatur di permukaan kubah lava. Hal ini mengindikasikan berkurangnya laju aliran magma ke permukaan," ujar Kasbani.
Lihat juga:Radius Awas Gunung Agung Dipersempit |
Lebih lanjut Kasbani mengungkapkan Gunung Agung masih tetap berpotensi mengalami erupsi kembali.
"Namun kami perkirakan apabila Gunung Agung kembali erupsi, maka skala eksplosivitasnya rendah," katanya.
Dalam kurun satu bulan terakhir, frekuensi kejadian erupsi Gunung Agung mengalami penurunan. Erupsi terakhir terjadi pada 24 Januari 2018 dan ketinggian kolom erupsi maksimal dalam satu bulan terakhir adalah 2.500 meter yang terjadi pada 19 Januari 2018.