PVMBG Turunkan Status Gunung Agung dari Awas Menjadi Siaga

antara, CNN Indonesia | Sabtu, 10/02/2018 11:28 WIB
PVMBG menurunkan status Gunung Agung dari awas menjadi siaga. Zona perkiraan bahaya pun diturunkan menjadi empat kilometer. Pemerintah menurukan status Gunung Agung. (Foto: REUTERS/Darren Whiteside)
Bali, CNN Indonesia -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga) pada Sabtu pukul 09.00 Wita.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengumumkan dengan adanya penurunan status ini zona perkiraan bahaya pun diturunkan.

"Dengan penurunan status ini, zona perkiraan bahaya juga diturunkan dari yang awalnya enam kilometer menjadi empat kilometer dari kawah puncak Gunung Agung," ujar Menteri ESDM, Ignasius Jonan, setelah memimpin rapat di Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali.
Jonan menjelaskan setelah penurunan status ini, maka seluruh yang masih berada di posko pengungsian dapat kembali ke kediamannya dalam waktu segera.


"Pada saat ini, kegiatan aktivitas masyarakat juga telah dinyatakan aman dari gangguan aktivitas Gunung Agung, sehingga warga bisa kembali ke kampung halamannya masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan penurunan status tersebut berdasarkan hasil pengamatan PVMBG terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung yang relatif menurun secara signifikan.
"Semua data dan informasi menunjukkan bahwa aktivitas Gunung Agung telah menurun. Volume kubah lava di permukaan kawah juga tidak mengalami perubahan berarti, yaitu masih sekitar 20 juta meter kubik," ujarnya.

Kasbani menambahkan, pengukuran 'tiltmeter' menunjukkan pola inflasi (penggembungan) dengan laju rendah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa akumulasi tekanan di Gunung Agung masih terjadi, namun belum signifikan.

"Citra satelit termal juga menunjukkan adanya penurunan temperatur di permukaan kubah lava. Hal ini mengindikasikan berkurangnya laju aliran magma ke permukaan," ujar Kasbani.
Potensi Erupsi

Lebih lanjut Kasbani mengungkapkan Gunung Agung masih tetap berpotensi mengalami erupsi kembali.

"Namun kami perkirakan apabila Gunung Agung kembali erupsi, maka skala eksplosivitasnya rendah," katanya.

Dalam kurun satu bulan terakhir, frekuensi kejadian erupsi Gunung Agung mengalami penurunan. Erupsi terakhir terjadi pada 24 Januari 2018 dan ketinggian kolom erupsi maksimal dalam satu bulan terakhir adalah 2.500 meter yang terjadi pada 19 Januari 2018.
Adapun, aktivitas masyarakat sejak terjadi pengurangan radius kawasan rawan bencana menjadi hanya 6 kilometer dari puncak kawah, tampak sudah relatif pulih, termasuk di pusat kota (Amlapura), meski puncak gunung sering diselimuti awan. (age/age)