Gelitik Pidato Jenderal Tito yang Mengaku 'Takut' kepada OSO

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 05:47 WIB
Gelitik Pidato Jenderal Tito yang Mengaku 'Takut' kepada OSO Kapolri Tito Karnavian mengaku pernah ditegur OSO karena tidak menyapanya saat berpidato di acara penting. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelak tawa pecah saat Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian hendak berpidato dalam acara penandatangan nota kesepahaman antara DPR dengan Polri tentang peningkatan pengamanan kawasan parlemen di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/2).

Hal itu dipicu oleh permintaan maaf Tito kepada Ketua DPD Oesman Sapta Odang alias OSO karena kerap lupa menyebut namanya ketika memberi sambutan dalam beberapa acara penting.

Awalnya, sebelum berpidato, Tito sempat menyapa satu per satu pihak yang hadir dalam agenda itu, seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.


Namun, saat hendak menyapa OSO, Tito sempat terlihat kebingungan. Ia bertanya kepada tamu yang hadir soal panggilan atas jabatan OSO di DPD.

"Pimpinan atau ketua?," tanya Tito.

"Ketua," jawab para pihak yang hadir dalam acara tersebut.

"Ketua DPD RI Bapak Oesman Sapta Odang," ujar Tito.


Setelah menyapa OSO, Tito kemudian berkata bahwa dirinya takut kepada OSO karena pernah ditegur Ketua Umum Hanura itu dalam sebuah acara, salah satunya dalam HUT Polri pada 1 Juli 2017.

Kala itu, Tito mengaku ditegur langsung oleh OSO lantaran tidak menyapanya itu dalam sambutannya. Padahal, kata dia OSO menyempatkan hadir usai kunjungan ke Pontianak, Kalimantan Barat.

"Saat HUT Polri 1 Juli, yang lain saya sebut, tapi saya enggak sebut beliau. Langsung (OSO berkata kepada Tito) 'lo apaan emang lo'," ujarnya seraya diikuti gelak tawa para tamu yang hadir dalam acara tersebut.

Atas kejadian itu, Tito mengaku langsung meminta maaf kepada OSO. Bahkan, permintaan maaf dilakukan seperti anak buah kepada atasan di lingkungan Polri.


Di malam yang sama usai HUT Polri itu, Tito bahkan mengaku sempat mendatangi kediaman OSO demi menjaga hubungan baiknya. Namun Tito mengatakan bahwa teguran Oso itu sebuah candaan.

"Siap salah, siap salah komandan. Cepat-cepat malam saya datang ke rumah beliau alasan apalah, pura-pura makan," ujar Tito seraya kembali membuat gelak tawa.

Dalam momen itu, OSO tidak berkomentar sama sekali. Ia hanya terlihat tertawa saat Tito menyampaikan hal tersebut.

Selain Tito, Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam sambutannya sebelum pidato juga membuat OSO dan para tamu tertawa.


Pemicunya, Bamsoet mengubah status OSO dari Ketua DPD menjadi Ketum DPD.

"Yang saya hormati Ketua MPR Pak Zul dan Ketua Umum DPD. Ohhh Ketua DPD, senior saya Pak OZO," ujar Bamsoet membuat OSO dan tamu tertawa terbahak-bahak.

Politisi Golkar ini menjelaskan alasannya menyebut Ketum DPD lantaran OSO dianggap sebagai Ketum semua partai.

Sama halnya ketika disinggung Tito, OSO juga hanya tertawa tanpa berkomentar apapun.
(wis/pmg)