Diketahui, BNPT akan mulai mempertemukan kedua pihak tersebut pada akhir Februari mendatang atas mandat dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM.
Komisioner LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan bahwa BNPT belum pernah membicarakan agenda tersebut dengan LPSK untuk bersinergi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan kami pertimbangkan," kata Edwin.
"Insya Allah minggu depan, tanggal 28 (Februari)," kata Suhardi di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Rabu (21/2).
Mendamaikan
Narapidana terorisme yang akan dipertemukan dengan korban, lanjut Suhardi, adalah mereka yang telah sadar akan keburukannya di masa lalu. Mereka yang masih bersikukuh bahwa aksi terorisme bukan kesalahan, tidak akan dipertemukan dengan korban terlebih dahulu.
Suhardi juga mengatakan, forum silaturahmi nanti akan memberatkan untuk menyampaikan pesan damai. Menurutnya, forum silaturahmi merupakan media yang mujarab untuk mendamaikan pelaku dengan korban terorisme.
"Dari sisi korban akan ungkapkan perasaannya dengan kebesaran hati bisa menerima, tapi jangan ada korban lagi," kata Suhardi.
Menurut Suhardi, rekonsiliasi berupa forum silaturahmi antara pelaku dan korban terorisme merupakan yang pertama kali di Indonesia, sehingga perlu didukung pelaksanaannya.
"Kalau kemarin diinisasi LSM, ini negara. BNPT kan lembaga negara. Pertama kali terjadi ini," katanya. (eks)