Zulkifli Hasan Temui Megawati Pekan Depan Bahas Koalisi 2019

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 14:35 WIB
Zulkifli Hasan Temui Megawati Pekan Depan Bahas Koalisi 2019 Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan akan menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk membahas koalisi partai politik menjelang Pemilu 2019. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan akan menemui Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk melakukan penjajakan koalisi jelang pendaftaran Pilpres tahun 2019. Pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan pada pekan depan.

"Mega masih di Bali dan mudah-mudahan antara tanggal 5 sampai 8 Maret bisa ketemu," ujar Zulkifli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (1/3).

Zulkifli menjelaskan alasan menemui Megawati ketimbang pimpinan partai politik lain seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto karena PDIP merupakan parpol pemenang pemilu.
Tak hanya itu, posisi Megawati sebagai politisi senior juga menjadi pertimbangan pertemuan tersebut.


"Beliau politisi paling senior. Perlu kami dengar pandangan-pandangannya," ujarnya.

Namun Zulkifli enggan memastikan bahwa PAN bakal berkoalisi dengan PDIP dan mendukung Jokowi sebagai capres di Pilpres tahun 2019.

Zul beralasan pertemuan dengan Megawati dan sejumlah pimpinan parpol dalam waktu dekat ini akan dibawa ke Rakernas PAN yang akan digelar bulan April 2018.

"Dalam partai, kami tidak sendiri. Tapi ada perwakilan daerah-daerah. Kami sampaikan berbagai pendapat dan pertimbangan berbagai kalangan lalu diambil keputusan," ujar Zulkifli.

Komisi Pemilihan Umum membuka pendaftaran capres dan cawapres pada 4 sampai 10 Agustus 2018. Proses penetapan akan dilakukan pada 20 September 2018.

Sementara Pilpres bakal digelar serentak bersama Pileg pada 17 April 2019.

Sejauh ini, baru Joko Widodo yang sudah mendapat dukungan dari sejumlah parpol. Terakhir Jokowi mendapat dukungan dari PDIP.

Sementara Prabowo yang belakangan disebut bakal maju kembali sebagai capres belum mendapat dukungan resmi. Baru Gerindra dan PKS yang memberi isyarat bakal berkoalisi mengusung Prabowo.
(ugo)