Ditangkap, Penghina Jokowi dan Gubernur Sulsel Mengaku Iseng

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 18:11 WIB
Ditangkap, Penghina Jokowi dan Gubernur Sulsel Mengaku Iseng Pelaku memposting foto Presiden Jokowi dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang sudah diedit ke facebook. Foto tersebut berpotensi menimbulkan konflik. (CNN Indonesia/Fauzan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menangkap Muhammad Irfan Nur alias Ippang alias Inno terkait dugaan menghina Presiden Joko Widodo dan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo di situs jejaring sosial Facebook. Usai ditangkap, Inno mengaku hanya iseng memposting foto bernada menghina kepada Jokowi dan Yasin tersebut.

Inno ditangkap di sebuah rumah di Kelurahan Tamamamung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin, 5 Maret 2018, sekitar pukul 11.00 Wita.

"Iya betul dia kami amankan kemarin," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, saat dikonfirmasi, Selasa (6/3).


Dicky menjelaskan, Inno menggunakan foto Jokowi yang didampingi Syahrul Yasin Limpo kala kunjungan kerja Jokowi ke Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Foto itu kemudian diberi tulisan 'Penipu dan Pengecut' lalu diunggah ke sebuah grup Facebook yang bernama Pilkada Sidenreng Rappang 2018.

"Pelaku menggunakan akun Facebook-nya yang bernama Irfan Inno Muh," ucap Dicky.

Saat ini, lanjut Dicky, pelaku telah diamankan di Subdit Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel untuk diinterogasi dan dimintai keterangan lebih lanjut.

"Masih diinterogasi," ucap Dicky singkat.


Potensi Timbulkan Konflik

Kasubdit II Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Wirdhanto Hadicaksono menambahkan, unggahan pelaku tersebut langsung ramai jadi perbincangan seluruh anggota grup Pilkada Sidenreng Rappang 2018. Unggahan itu tentu berpotensi mengakibatkan konflik sosial.

"Dimana dalam postingan tersebut sudah mendapatkan komentar sejumlah 81 kali, 60 kali tanggapan dan dibagikan sebanyak 10 kali," kata Wirdhanto, saat ditemui di Mapolda Sulsel.

Apalagi, ucap Wirdhanto, selain menuliskan tulisan yang menyebut Jokowi dan Syahrul Yasin Limpo sebagai 'Penipu dan Pengecut', dalam unggahan itu Inno juga menuliskan caption yang dinilai provokatif.

"Tersangka menuliskan status 'Bosan dengan Kepemimpinan Jokowi dan Syahrul Yasin. Kerahkan Relawan Dari Sabang Marauke. Jokowi dan Syahrul Yasin vs InnoNesiaMusic'. Postingan banyak mendapat tanggapan negatif dari orang lain yang berada di grup itu," ucap Wrdhanto.

Ditangkap, Penghina Jokowi dan Gubernur Sulsel Mengaku IsengPelaku penghina Presiden Jokowi dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin limpo mengaku hanya iseng memposting foto editan ke facebook. (CNN Indonesia/Fauzan).
Pelaku Iseng

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita telepon genggam milik Inno. Telepon genggam itu selain digunakan untuk mengunggah status Facebook tersebut, juga digunakan untuk mengedit foto Jokowi dan Syahrul Yasin Limpo.

"Barang bukti yang diamankan itu satu buah ponsel warna putih dan caption gambar ujaran kebencian dari akun facebook pelaku," terang Wirdhanto.

Akibat perbuatannya, Inno dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) Juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) subsider pasal 207 KUHP.

"Tersangka diancam hukuman paling lama 4 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp750 juta," ujar Wirdhanto.

Saat ditanya, Inno mengaku hanya iseng mengunggah foto bernuansa menghina dan ujaran kebencian kepada orang nomor satu di Indonesia dan di Sulawesi Selatan itu. Ia juga mengaku sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya.

"Hanya iseng, saya menyesal. Tidak ada kekecewaan, hanya iseng saja. Tidak ada pikiran yang lain," kata Inno singkat. (fzn)