Muchdi Pr Anggap Enteng Dikaitkan Kasus Munir

Feri Agus, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 06:37 WIB
Muchdi Pr Anggap Enteng Dikaitkan Kasus Munir Muchdi Pr tak permasalahkan dirinya dikaitkan dengan kasus Munir (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Muchdi Muchdi Purwoprandjono alias Muchdi Pr tak ambil pusing dengan pihak-pihak yang kembali mengaitkan dirinya dengan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.
Menurut Muchdi pengaitan dirinya yang bergabung ke dalam Berkarya dengan kasus pembunuhan Munir adalah masalah kecil.
"Ya boleh saja, itu kan masalah kecil, saya kira kan kalau anda ikutin semuanya kan masalah sudah selesai dulu kan," kata Muchdi usai pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-III Berkarya di Solo, Jawa Tengah (10/3).
Muchdi mengatakan bahwa dirinya dinyatakan tak terlibat dalam kasus pembunuhan Munir, yang diracun di atas pesawat saat menuju Belanda, oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam kasus itu, Muchdi menyebut dirinya dinyatakan bebas tanpa syarat.
"Kan terbukti di pengadilan bahwa saya tidak terlibat, saya sudah bersih dan saya bebas tanpa syarat. Berati enggak ada masalah itu semua," tuturnya.
Menurut mantan Denjen Kopassus itu, munculnya isu yang kembali mengaitkan dirinya dengan kasus pembunuhan Munir justru akan menguatkan Partai Berkarya. Pasalnya, sesuai fakta dirinya dinyatakan tak terlibat dalam pembunuhan pada sekitar September 2004 silam itu.
"Ini malah justru menambah poin buat kita untuk partai Berkarya menjadi partai yg cukup besar di negara kita," kata dia.
Saat disinggung soal bergabungnya terpidana kasus pembunuhan Munir, Pollycarpus Priyanto ke dalam partai besutan Tommy Soeharto itu, Muchdi mengatakan hal itu sudah dijelaskan oleh Sekretaris Jenderal Berkarya Badaruddin Andi Picunang.
Muchdi mengaku tak tahu bila mantan pilot Garuda Indonesia bergabung dan terdaftar sebagai kader Partai Berkarya di Kabupaten Tangerang, Banten.
"Enggak tahu lah saya itu. Tanya sekjen lah itu," ujarnya.
Pollycarpus Priyanto merupakan mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. Ia sempat divonis 20 tahun penjara karena terbukti melakukan pembunuhan berencana.
Namun, hukuman penjara 20 tahun berubah menjadi 14 tahun usai Pollycarpus mengajukan kasasi di MA. Pollycarpus hanya mendekam penjara selama 8 tahun dan bebas bersyarat pada 29 November 2014.



(eks)