Polri: Kontraktor LRT Harus Tahu Ada Pipa Gas

CTR, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 00:21 WIB
Polri: Kontraktor LRT Harus Tahu Ada Pipa Gas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasito mengatakan kontraktor proyek Light Rail Transit (LRT) PT Adhi Karya seharusnya mengetahui ada pipa gas di lokasi pembangunan.

Hal ini menyusul bocornya pipa gas di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) ini beberapa kali bocor karena senggolan bor proyek LRT.

Setyo mengatakan saat ini kasus bocornya pipa gas di lokasi proyek LRT sedang ditangani Polres Jakarta Timur.


"Masih dalam penyelidikan di lapangan (oleh) Polres Jaktim, apakah ada kesengajaan atau kelalaian. Kontraktor harus tahu ada infrastruktur lain seperti pipa gas, kabel listrik dan lain-lain," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/3).

Pihaknya pun mengimbau agar para kontraktor proyek infrastruktur berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait dalam menentukan titik proyeknya.

"Misalkan dari PGN menyampaikan saya punya jaringan di sini jangan diutak-atik. Biasanya ada tandanya," kata Setyo .


Setyo mengatakan Kapolri telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengawasi proyek infrastruktur. Pihaknya mengerahkan satuan Sabhara dan Binmas untuk melakukan pendekatan dengan kontraktor dan pelaksana proyek di lapangan.

"Tentu mencegah kelalaian tidak perlu. Kelalaian itu karena tidak melaksanakan SOP dengan baik," katanya.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan pipa gas bocor diduga karena pengecoran tiang pancang proyek LRT.

"Ada kebocoran pipa gas yang diduga disebabkan oleh pengecoran tiang pancang proyek LRT," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (12/3).

Gatot mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk melakukan penjagaan dan pembersihan pipa yang tertimbun tanah. Hal itu bertujuan untuk pengambilan pipa dan penutupan katup.

Bocornya pipa gas milik PGN terjadi dua kali, yaitu Senin (12/3) dan Rabu (14/3). Kebocoran itu diduga akibat pengeboran tiang pancang proyek LRT.

Polisi telah memeriksa enam saksi terkait insiden tersebut. Namun polisi tak menjelaskan siapa saja enam saksi yang telah diperiksa.


[Gambas:Video CNN] (pmg/arh)