Mereka adalah Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena dan Kepala Bidang Organisasi dan Daerah Golkar Freddy Latumahina.
Kuasa hukum Setnov, Maqdir Ismail mengatakan pihaknya bakal mengorek apa yang terjadi di Golkar kepada mereka berdua. Menurut Maqdir, pihaknya tak akan banyak bertanya perihal kasus korupsi proyek e-KTP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agenda sidang terdakwa korupsi proyek e-KTP itu sudah masuk dalam pemeriksaan saksi meringankan dan ahli.
Pada sidang sebelumnya Wakil Ketua MPR Mahyudin, ahli hukum tata negara Universitas Padjajaran I Gde Panca Astawa, dan ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia Muzakkir dihadirkan sebagai saksi meringankan dan ahli.
Mereka yang telah bersaksi untuk Setnov di antaranya terdakwa korupsi e-KTP Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Kemudian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, hingga tersangka baru e-KTP, Irvanto Hendra Pambudi.
Saksi-saksi itu dihadirkan untuk menggali proses pengadaan proyek e-KTP hingga aliran uang dari proyek senilai Rp5,8 triliun yang diduga diterima Setnov.
Mantan Ketua Fraksi Golkar ketika proyek e-KTP itu bergulir didakwa menerima uang US$7,3 juta dan hadiah jam tangan merk Richard Mille. Setnov juga didakwa mengatur proyek e-KTP bersama sejumlah pihak sehingga berujung pada kerugian negara hingga Rp2,3 triliun. (osc/sur)