Hal ini ia sampaikan pada diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Selasa (20/3).
Arteria menyebut peredaran narkoba di Indonesia sudah berada di level mengkhawatirkan. Maka menurutnya alasan hak asasi manusia (HAM) terkait hukuman mati bagi pengedar narkobal tak lagi relevan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arteria menjelaskan penggunaan narkoba tak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga masuk ke pedesaan. Bahkan, adapula oknum di kementerian, lembaga, kepolisian, dan TNI yang menjadi pecandu narkoba.
"Kerugian ekonomi dari narkoba mencapai Rp74,4 triliun. Ini yang saya ingin gugah, kenapa kita harus hadapi dengan serius," ucapnya.
Arteria merinci ada 1,4 juta orang yang berstatus pemakai teratur. Dari jumlah tersebut, sekitar 943 ribu orang menjadi pecandu. Kemudian, masih ada pula 1,6 hingga 2 juta orang diprediksi sebagai pemakai coba-coba.
Ia juga menyebut sebanyak 33 sampai 41 orang mati di Indonesia karena narkoba setiap hari.
"Ini bukan sekadar ada transaksi komersial melawan hukum, ini pertempuran nasional," tuturnya. (agi)