Kabareskrim Enggan Ungkap Keberadaan Penggerak The Family MCA

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 14:12 WIB
Kabareskrim Enggan Ungkap Keberadaan Penggerak The Family MCA Kabareskrim Polri Ari Dono belum mau membuka soal keberadaan penggerak The Family MCA karena pihaknya masih melakukan investigasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengaku belum bisa mengungkap soal potensi keberadaan pihak yang menggerakkan The Family MCA untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks.

"Saya belum bisa buka," kata dia, saat ditemui di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta, Jumat (23/3).


Menurutnya, penyidik masih melakukan pengembangan dengan menelusuri jejak komunikasi yang dilakukan para anggota The Family MCA di media sosial.


Ari menyebut langkah pengembangan penyidikan ini penting untuk melihat keberadaan pihak atau kelompok yang saling mempengaruhi dalam hal penyebaran hoaks The Family MCA.

"Kami kaji apakah satu perbuatan yang saling mempengaruhi," ujarnya.


Sejauh ini, penyidik telah menetapkan sebanyak tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni yakni M Luth (40), Riski Surya Darma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (25), Ronny Sutrisno (40), dan Tara Arsih Wijayani (40).

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Nusantara Polri Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menduga penyebaran isu penyerangan ulama bermotif politik. Tujuannya, menghadirkan keresahan dan ketakutan, serta memecah belah masyarakat.

Tindakan ini dilakukan oleh The Family MCA dan bekerja sama dengan eks sindikat penyebar ujaran kebencian dan hoaks Saracen serta sejumlah oknum di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Banten.


"Dari hasil pendalaman ini dilakukan dengan kelompok eks Saracen dan MCA, motifnya politik," kata Gatot di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/3). (arh)