PPATK Tunggu Permintaan Polisi Usut Dana The Family MCA

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 07:30 WIB
PPATK Tunggu Permintaan Polisi Usut Dana The Family MCA Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengaku pihaknya sejauh ini belum mendapatkan permintaan dari kepolisian soal pengusutan aliran dana The Family MCA (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sampai saat ini belum menerima permintaan secara tertulis dari pihak kepolisian untuk melakukan penelusuran dana dari The Family Muslim Cyber Army (MCA).

"Sejauh ini formalnya belum," kata Ketua PPATK, Ki Agus Ahmad Badaruddin, di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (7/3).

Namun, Ki Agus menyampaikan kemungkinan sudah dilakukan koordinasi di tingkat bawah untuk mengusut aliran dana The Family MCA antara pihak PPATK dengan kepolisian.


"Barangkali di tingkat bawa sudah ada koordinasi," ujarnya.


Menurut Ki Agus, sebenarnya PPATK bisa saja melakukan penelusuran langsung terhadap aliran dana The Family MCA tanpa adanya permintaan dari kepolisian. Namun, permintaan langsung dari pihak kepolisian bisa membantu PPATK dalam melakukan penelusuran tersebut karena asupan informasi yang didapatkan.

"Tentu sebaiknya kalau kita dapat informasi yang lebih lengkap begitu, tapi kalau kami sudah punya sendiri, kami enggak perlu nunggu permintaan, kami kirimkan juga," tuturnya.

Berkaca pada kasus grup hoaks, Saracen, Ki Agus mengungkapkan kala itu pihaknya butuh waktu sekitar satu sampai dua bulan untuk bisa menelusuri aliran dana dari kelompok tersebut. Namun, Ki Agus menyebut hal itu tentu berbeda untuk setiap kasus, karena setiap kasus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.


Ki Agus menjelaskan andai aliran dana di The Family MCA menggunakan sistem perbankan, tentu akan mudah ditelusuri. Tetapi, jika transaksinya menggunakan sistem tunai, perlu waktu untuk menelusurinya.

"Mungkin harus koordinasi atau kita menerima pemberitahuan dari intelijen lain, karena kan itu intelijen di bidang keuangan," katanya.

Lebih lanjut, Ki Agus menyampaikan sampai saat ini PPATK masih belum menemukan aliran dana dari The Family MCA, sebab kasusnya juga masih terus didalami oleh pihak kepolisian dan PPATK masih mencoba untuk menelusuri aliran dananya.

"Saya enggak bisa menjelaskan itu, karena itu kan strategi penelidikan dan peyidikan, ini kan kasus baru berkembang," ujar Ki Agus. (lav/kid)