Polri dan PPATK Bahas Aliran Dana The Family MCA

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 13:52 WIB
Polri dan PPATK Bahas Aliran Dana The Family MCA Kabareskrim Komjen Ari Dono mengatakan saat ini pihaknya masih menelusuri para pihak yang diduga terlibat aliran dana The Family Muslim Cyber Army (MCA). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukamto mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang aliran dana dari The Family Muslim Cyber Army (MCA).

"Sudah (bahas dengan PPATK)," kata Ari di Kantor PPATK, Jakarta, Jumat (9/3).

Namun, Ari menyebut sampai saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dengan kelompok tersebut. Hal tersebut untuk menelusuri aliran dana The Family MCA.



Di sisi lain, Ketua PPATK Ki Agus Ahmad Badaruddin menyampaikan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak kepolisian untuk mengusut aliran dana tersebut.

Komunikasi tersebut tidak hanya dilakukan di level atas, tetapi juga telah ditindaklanjuti di level bawah.

"Secara formal nanti akan ada kerja sama," ujar Ki Agus.

Dia menambahkan PPATK masih menunggu lebih lanjut hasil penelusuran yang dilakukan kepolisian. "Kalau sudah ada nama-namanya segera kami tindaklanjuti," ucapnya.


Ki Agus menjelaskan dalam menangani sebuah kasus, ada dua aspek yang perlu diperhatikan, yakni pelaku dan transaksi keuangannya. Tujuannya untuk saling melengkapi bukti-bukti dalam kasus tersebut.

Oleh karena itu, sampai saat ini, pihak PPATK masih menunggu nama-nama hasil penelusuran polisi untuk kemudian dilacak transaksi keuangannya.

"Kami dikasih tahu dulu (nama-namanya) baru kami tahu rekeningnya, kami cari, nanti hasilnya kami sampaikan," tutur Ki Agus.

Dalam konferensi pers sebelumnya, tersangka kasus dugaan penyebaran informasi bohong alias hoaks dan ujaran kebencian bernuansa SARA mengaku melakukan aksiya untuk mencari uang.

"Tujuan saya hanya untuk mencari makan," kata seorang tersangka berinisial KB di kantor Bareskrim, Tanah Abang. (pmg)