Anies Ogah Terapkan Transportasi Ala Singapura

CTR, CNN Indonesia | Jumat, 30/03/2018 01:25 WIB
Anies Ogah Terapkan Transportasi Ala Singapura Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais (kanan), di Jakarta, 11 Maret. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku enggan menerapkan transportasi di negara maju lain. Dia mengatakan Indonesia hanya akan menerapkan transportasi yang sesuai dengan Indonesia saja.

"Kita jangan pernah berpikir menerapkan yang ada di negeri lain untuk di negeri kita. Karena ada banyak perbedaan," kata Anies di kawasan eks-Pasar Blora Jakarta, Kamis (29/3).
Anies mengatakan Indonesia harusnya bukan meniru, melainkan mempelajari. Sebab, transportasi di luar negeri pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

"Kita belajar dari pengalaman dari negara lain. Belajar dari Singapur, dari pengalaman Tokyo, London, dan New York. Kita belajar pengalaman mereka, tapi bukan menerapkan," ungkap dia.


Secara detail Anies mengatakan karakteristik pendudukan dan tata kota di setiap negara berbeda-beda. Belum tentu karakteristik di luar negeri bisa diterapkan dengan budaya dan karakteristik Indonesia.

"Karena bahwa karakter dan lokasi berbeda. Tapi kita belajar dari pengalaman mereka sehingga kita tidak mengulangi kesalahan dan kita justru bisa ambil manfaat dari negara lain," dalihnya.
Hal ini dikatakannya terkait dengan peluncuran kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD), Kamis (29/3), yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Mass Rapid Transit (MRT). Pemerintah akan meminta partisipasi publik untuk membangun kawasan tersebut.

"Jadi siapa saja yang punya desain dan rancangan boleh kirim ke kami. Tepatnya ke MRT nanti kita rancang bersama-sama," terang Anies.

Di kawasan ini akan dibangun perkantoran, pasar dan lorong yang menghubungkan dengan transportasi massal. Beberapa transportasi yang lewat seperti MRT, LRT dan Kereta Bandara.
Rencananya rancangan akan siap pada akhir tahun ini. Dan pembangunan bakal langsung dimulai dengan target penyelesaian konstruksi pada Desember 2020.

"Nanti akan ada Focus Group Discussion (FGD) dan akan ada sayembara juga," Direktur Utama PT MRT William Sabandar menambahkan. (arh/arh)