Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menggeser pilihan calon Presidennya dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Prioritas bagi Gerindra adalah untuk Pak Prabowo dan sudah diputuskan walaupun belum dideklarasikan," kata Fadli, di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gatot Nurmantyo Mengaku Siap Jadi Presiden |
Menurut Fadli, deklarasi pencapresan Prabowo yang tak kunjung dilakukan bukan berarti mantan Komandan Jenderal Kopassus itu urung mencalonkan diri.
"Artinya, ngapain buru-buru kalau responsnya biasa-biasa aja? Kan banyak yang sudah mencalonkan atau partai-partai yang calonkan tapi responsnya biasa-biasa saja," cetus dia.
"Jadi siapapun nanti yang kita putuskan nanti kita terima, tetapi pasti mempertimbangkan banyak faktor, termasuk elektabilitas, kapabilitas, kapasitas dan lain-lain," kata Fadli, yang juga merupakan Wakil Ketua DPR itu.
Sebelumnya, Gatot Nurmantyo resmi pensiun dari dunia militer terhitung pada Sabtu (31/3). Gatot mengaku bersyukur telah diberi kepercayaan menjalankan pengabdiannya sebagai prajurit TNI selama 36 tahun, tepatnya sejak tahun 1982.
"Mengabdi kepada nusa bangsa tak selalu harus memanggul senjata. Mulai hari ini saya memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai anak bangsa, anggota masyarakat sipil dan warga negara RI lainnya. Termasuk untuk memiliki hak memilih, juga hak dipilih saat pemilu mendatang," kata Gatot dalam keterangan resminya, kemarin.
(arh/sur)