Dalam kesaksiannya Aziz meyakini Setya Novanto kala itu tak pingsan saat pertama tiba di rumah sakit usai kecelakaan mobil, 16 November 2017.
Menurut dia, saat itu Setnov diantar sebuah mobil ke RS Medika Permata Hijau. Bahkan, kata Aziz, Setnov sempat berbicara saat modemnya terjatuh dari brankar atau tempat tidur untuk pasien. Aziz menyebut Setnov meminta tolong agar Aziz mengambilkan modem yang terjatuh itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aziz mengaku awalnya tak tahu bila pasien tersebut adalah Setnov, yang saat itu tengah dalam pencarian penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aziz menyebut perawakan Setnov--yang saat itu masih menjabat Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar--saat dibawa menggunakan brankar berbeda dengan yang kerap dirinya lihat di televisi.
Menurut Aziz, saat itu ada seseorang dari dalam mobil yang meminta Setnov ditutupi dengan selimut. Aziz mengatakan Setnov juga menggerakkan selimut untuk menutupi wajahnya yang masih terlihat.
"Pasien sendiri yang tutup mukanya. Awalnya itu ajudannya hanya tutup selimut di badan saja," tuturnya.
Aziz melanjutkan bahwa dirinya ikut membantu membawa Setnov masuk ke dalam gedung rumah sakit. Namun, lanjut Aziz saat ingin membawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), dirinya langsung diarahkan membawa ke lantai 3, kamar VIP nomor 323.
"Karena korban kecelakaan saya mau arahkan ke IGD, tapi disuruh bawa ke VIP lantai 3. Lalu saya, Roni dan ajudannya naik ke lantai 3," kata dia.
![]() |
