Aman Abdurrahman Dianggap Pemimpin Tertinggi ISIS Indonesia

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 03/04/2018 13:25 WIB
Aman Abdurrahman Dianggap Pemimpin Tertinggi ISIS Indonesia Mantan murid menyatakan Aman Abdurrahman dikenal sebagai pemimpin tertinggi ISIS di Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan murid terdakwa kasus teror bom Thamrin Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, Kurnia Widodo, menyebut gurunya itu merupakan ketua atau pemimpin kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia.

Menurutnya, informasi tersebut diperoleh dari kalangan jemaah yang memiliki pemahaman serupa dengan Aman dan tergabung dalam sebuah grup di aplikasi tukar pesan.

"Dia dikenal di kalangan kami para aktivis lama dan ketua paling tinggi dari ISIS di Indonesia. ISIS ada cabang di Indonesia, pusat di Irak dan Suriah pimpinan pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi," ucap Kurnia, saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (3/4).


Pengacara Aman, Asludin Hatjani, sempat bertanya kepada Kurnia seputar pernyataan tersebut. Menurutnya, kesaksian itu tidak benar karena Kurnia tidak mengetahuinya secara langsung.

"Ikhwan-ikhwan yang mana?" tanya Asludin.

Kurnia pun menjawab bahwa informasi tersebut diperoleh dari sosok-sosok yang ada di beberapa grup di aplikasi tukar pesan.

"Jadi ikhwan yang aktif propaganda di media, seperti di grup Whatsapp," kata Kurnia.
Kurnia menambahkan bahwa dirinya sudah tidak menjadi murid Aman lagi karena ada perbedaan pandangan. Ia pun menganggap beberapa pemikiran Aman tidak masuk akal, terutama terkait polisi.

"Saya sudah tidak lagi sepaham sama Aman. Bagi saya polisi tidak semuanya kafir, ada yang muslim," ujarnya.

Diketahui, Aman didakwa sebagai dalang teror bom Thamrin dan aksi teror di Indonesia lainnya dalam rentang waktu sembilan tahun terakhir.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Aman didakwa hukuman mati atas tindakannya mendalangi sejumlah aksi terorisme.

Dalam dakwaan primer, Aman didakwa dengan pasal 14 juncto pasal 6, subsider pasal 15 juncto pasal UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Sementara dalam dakwaan sekunder, Aman didakwa dengan pasal 14 juncto pasal 7, subsider pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup. (arh)