KKP Kirim Tim Selidiki Dampak Tumpahan Minyak di Balikpapan

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Kamis, 05/04/2018 15:22 WIB
KKP Kirim Tim Selidiki Dampak Tumpahan Minyak di Balikpapan Seekor pesut mati akibat terdampak tumpahan minyak di Teluk Balikpapan. (ANTARA FOTO/Sheravim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyesalkan peristiwa tumpahnya minyak di Teluk Balikpapan pada akhir pekan lalu. Kementerian yang dipimpin Susi Pudjiastuti itu akan mengirimkan tim untuk mengetahui dampak tumpahan minyak di sana terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

"Kami akan kirim tim dari Jakarta, 10 orang. Sebelumnya KKP memang sudah ada, tapi itu tim yang di sana, karena ini dampaknya luas, kami perlu kirimkan lagi," kata Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP M Zulficar Mochtar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (5/4).

Zulficar menuturkan tumpahan minyak di Balikpapan akan berdampak baik secara ekologi, sosial, hingga ekonomi bagi masyarakat sekitar.


Dia mencontohkan dampak sosial dan ekonomi. Kata Zulficar, tumpahan minyak mencemari perairan yang menjadi wilayah mata pencaharian masyarakat. Akibatnya, nelayan sulit berlayar.

Kondisi tersebut akan ikut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

"Ekologinya, saya lihat banyak sekali habitat yang rusak, biota laut banyak yang mati, tentu ini sangat disesalkan," ujar dia.

Sekitar ratusan barel minyak milik PT Pertamina (Persero) tumpah di Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3) lalu. Insiden ini diduga dipicu  patahnya pipa penyalur minyak mentah dari Terminal Lawe-lawe di Penajam Paser Utara ke Kilang Balikpapan.

 Kata Zulficar, sudah seharusnya pihak terkait yang telah melakukan pencemaran bertanggungjawab menyelesaikan permasalahan yang diakibatkan oleh perusahaan mereka.

"Pihak-pihak yang melakukan pencemaran ya harus bertanggungjawab menyelesaikan sepenuhnya, atau paling tidak mereka terdepan untuk menyelesaikan, tentu dengan koordinasi bersama Pemerintah," kata Zulficar.

Namun, untuk saat ini dia mengaku belum bisa menunjuk siapa pihak yang mesti bertanggungjawab sepenuhnya dalam persoalan tumpahan minyak ini.

"Saya kira bukan teguran (untuk PT Pertamina) kami harus cek dan investigasi dengan benar, kami juga harus antisipasi dulu sejauh apa kerusakan yang terjadi," kata Zulficar.




(wis)