Miras Oplosan Cicalengka Diracik di Bungker

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 19:15 WIB
Miras Oplosan Cicalengka Diracik di Bungker Kapolda Jabar merilis temuan miras oplosan dan alat serta bahan peraciknya. (CNN Indonesia/HYG)
Bandung, CNN Indonesia -- Polisi menggeledah rumah pemilik dan pengedar miras oplosan jenis ginseng di Jalan Raya Garut-Bandung, Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan bungker yang dijadikan tempat peracikan miras. Penggeledahan dilakukan untuk menindaklanjuti penanganan tersangka JS dan HM dalam perkara dugaan miras oplosan. JS merupakan penjual miras dan HM sebagai pemilik rumah.

"Modusnya meracik minunam bernama Minola ditambah zat pewarna merk Redbel ditambah racikan kuku bima dan alkohol. Untuk persentase alkohol, belum bisa diketahui sebab masih diteliti ke laboratorium," Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto, Rabu (12/4).


Pantauan CNNIndonesia.com, bungker tersebut berada tepat di belakang rumah. Posisinya terletak di sebelah kolam renang yang di atasnya dibangun gazebo berukuran 2,5 m x 2,5 meter.

"Setiap orang datang ke rumah pasti tidak sadar di bawah gazebo ada bungker di bawahnya," kata Agung.

Agung menerangkan bungker sepanjang 18 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3,2 meter itu dibagi dua bagian. Satu ruangan khusus tempat meracik, serta bagian lainnya tempat penyimpanan bahan dan miras.
Setelah minuman selesai diracik, dikemas kembali ke botol mineral kosong yang ditutup dengan plastik untuk dipanasi supaya lengket.

"Ada yang betuknya hitam mirip coca cola dan paling banyak warna kuning," kata Agung.

Dari hasil penyelidikan, dua tersangka yakni JS dan HM mengedarkan miras oplosan ke daerah Cicalengka hingga Kota Bandung.

Selain kedua tersangka, polisi masih memburu 7 DPO. Salah satunya suami HM, berinisial SS.

"DPO 7, 3 agen yang tersebar di daerah Nagreg, Cicalengka dan Cibiru. Sedangkan 4 adalah peracik," papar Agung.

Akibat peredaran miras oplosan tersebut di daerah Jawa Barat, Agung menerangkan telah 58 pengonsumsi tewas.

"Di Kabupaten Bandung ada 41, 7 di Kota Bandung, 7 di Sukabumi, 2 di Cianjur dan 1 di Ciamis," kata Agung.

"Sekali lagi, kami ucapkan keprihatinan dan berduka cita kepada seluruh korban. Kami imbau masyarakat jangan cepat tergoda dengan miras yang istilah mereka disebut minola ginseng," ucapnya.
(hyg/kid)