Gerindra Tepis Isu Anies Jadi Cawapres Prabowo

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 19:45 WIB
Gerindra Tepis Isu Anies Jadi Cawapres Prabowo Gerindra menepis kabar kehadiran Anies di acara Rakornas Gerindra sebagai sinyal bahwa Gubernur DKI itu akan menjadi cawapres Prabowo. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah kehadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerindra, Rabu (11/4) sebagai sebuah sinyal bahwa Anies akan mendampingi Prabowo Subianto.

"[Bukan sinyal] kan semua datang. Pak Zul (Ketua Umum PAN) datang, semua datang," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (12/4).

Muzani menjelaskan kehadiran Anies dalam rakornas kemarin hanya sebatas undangan dan sebagai bentuk apresiasi kepada kader Gerindra yang mendukungnya di Pilkada DKI Jakarta 2017.


"Itu lebih sebagai cara kita untuk menggembirakan DPD, DPC, yang waktu pilkada itu bareng-bareng bantu. Gitu loh, sama saja," kata dia.


Saat ini, kata Muzani, nama-nama bakal calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo telah mengerucut menjadi lima nama.

Namun, Muzani enggan mengungkap nama-nama tersebut karena saat ini Gerindra tengah fokus menjalin koalisi untuk bersama mengusung Prabowo di 2019.

"Prabowo baru kita kasih kunci dari Gerindra kemudian nanti dari kunci itu pak Prabowo akan halo-halo dengan partai yang lain, sabar," katanya.

Selain hadir dalam Rakornas Gerindra kemarin, Anies juga ikut berkuda bersama Prabowo dan rombongan petinggi PAN dan PKS. Pada kesempatan itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga ikut hadir bersama Anies.

Nama Anies Baswedan disebut menjadi calon wakil presiden potensial di Pilpres 2019. Sejumlah survei memasukan nama Anies dalam tiga besar cawapres berdasarkan elektabilitas.

Survei populi Center Februari 2018 silam menempatkan nama Anies di bawa Jusuf Kalla dan Gatot Nurmantyo sebagai cawapres potensial. Begitu juga dengan hasil survei Indo Barometer yang menempatkan Anies di bawah Jusuf Kalla dan Agus Harimurti Yudhoyono.

(ugo)