Belajar dari 2014, Gerindra Klaim Lebih Siap Hadapi Jokowi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 19:27 WIB
Belajar dari 2014, Gerindra Klaim Lebih Siap Hadapi Jokowi Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyatakan partainya tak khawatir dengan elektabilitas Prabowo Subianto yang jauh di bawah Joko Widodo. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan partainya kini lebih siap mengusung Prabowo Subianto untuk menghadapi kembali Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kesiapan partai disebut Muzani buah dari pengalaman menelan kekalahan pada Pilpres 2014 lalu.

"Kami punya pengalaman berhadapan dengan pak Jokowi di tahun 2014, bagaimana pak Jokowi juga punya pengalaman berhadapan dengan pak Prabowo dan kami punya banyak catatan. Sehingga catatan itu yang akan kami buka kembali," kata Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (12/4).
Dalam sejumlah survei saat ini elektabilitas Prabowo masih berkisar di angka 20 persen, tapi Muzani yakin hal itu tidak terlalu berpengaruh.


Muzani berkaca pada Pilpres 2014. Saat itu, dia menyebut elektabilitas Jokowi juga jauh di atas Prabowo.

"Sehingga kami berjuang keras ketika itu, saudara-saudara tahu pertarungan itu sengit nyaris dua-duanya," katanya.
Selain itu, Gerindra juga berkaca pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Muzani menyebut di Pilkada DKI elektabilitas calon yang diusung partainya yakni Anies Baswedan-Sandiaga Uno, jauh tertinggal dari petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

"Jadi cerita itu biasa dalam sebuah pilkada dan pilpres, bukan sesuatu yang mengucurkan keringat," ujar dia.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade meyakini saat ini ada kekhawatiran dari koalisi partai pendukung Jokowi.
Kekhawatiran itu, menurut Andre, tercermin dari upaya melobi Prabowo menjadi cawapres Jokowi.

Andre tak merinci lebih jauh perkataannya tentang lobi tersebut. Dia hanya menambahkan bahwa kekhawatiran kubu Jokowi juga disebabkan oleh elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta itu yang dia nilai stagnan meski sudah berkeliling daerah menyambangi masyarakat.

"Itu yang disampaikan pendukung Jokowi drama di depan panggung. Di belakang panggung mereka khawatir," kata Andre saat dihubungi mengenai respons partai pendukung Jokowi terhadap pencalonan Prabowo. (wis/wis)