Kesan Sandiaga Lihat Prabowo Ajak Anies Baswedan Naik Kuda

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 23:56 WIB
Kesan Sandiaga Lihat Prabowo Ajak Anies Baswedan Naik Kuda Sandiaga menilai Anies Baswedan mendapatkan banyak keistimewaan saat hadir di rakornas Partai Gerindra, salah satunya diajak Prabowo naik kuda bersama-sama. (CNN Indonesia/Mesha Mediani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra yang dilaksanakan Rabu (11/4) lalu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat menyisakan cerita menarik bagi Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga kader partai berlambang burung garuda itu.

Sandi mengaku kedatangannya ke Rakornas Partai Gerindra bukan memenuhi undangan sebagai Wagub, tetapi sebagai kader partai.

"Saya jujur ya, datang sebagai kader, tapi saya minta izin dulu ke Kemendagri, itu kan hari kerja. Mereka izinkan," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (12/4).


Berbeda dengan Sandi, Anies justru memenuhi undangan sebagai Gubernur DKI.


Sandi mengatakan Anies mendapatkan banyak perlakuan istimewa dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang kemudian diusung jadi calon presiden pada pilpres 2019 nanti.

"Pak Anies datang sebagai Gubernur yah. Tapi tak kalah istimewa, malah dia satu-satunya orang di luar partai yang diajak naik kuda," kata Sandi.

"Jadi Pak Anies itu ngobrol saja asik di atas kuda [bersisian dengan Prabowo], tertawa-tawa mereka berdua. Tampaknya Pak Anies senang sekali. Dia juga melambai-lambaikan tangan dari atas kuda, kudanya sih kalem yah," lanjutnya.

"Dipakaikan sepatu boot sama alat berkuda yang biasa dipakai Pak Prabowo," kata Sandi.


Meski begitu, Sandiaga mengatakan Anies tak menghabiskan waktu lama di lokasi. Selesai pembukaan rakornas, Anies bergegas kembali ke Jakarta untuk membuka Musrenbang di Balai Kota.

Tak Ingin Anies Jadi Cawapres

Meski melihat perlakuan istimewa yang didapat Anies saat menghadiri Rakornas Partai Gerindra. Sandi terang-terangan tak ingin pasangannya itu diusung mendampingi Prabowo sebagai cawapres.

Sandi secara pribadi menyebut akan lebih baik jika Anies menyelesaikan dulu tugasnya sebagai gubernur hingga 2022 mendatang.

Prabowo Subianto resmi diusung Partai Gerindra maju di Pilpres 2019. Prabowo Subianto resmi diusung Partai Gerindra maju di Pilpres 2019. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

"Saya secara personal yah, bukan dari saya orang partai, ini saya personal, saya menolak Pak Anies maju [jadi cawapres]," kata Sandi.

"Ya baru enam bulan ini. Masih banyak yang belum selesai, termasuk janji kampanye. Ya tuntas Jakarta dulu lah," lanjutnya.

Sebelumnya Partai Gerindra dalam rakornas tersebut mengumumkan telah mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang akan melawan petahana Joko Widodo dalam Pilpres 2019. (end)