Ayah Korban Bom Samarinda Saksikan Anaknya Hangus di Gereja

CTR, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 13:22 WIB
Ayah Korban Bom Samarinda Saksikan Anaknya Hangus di Gereja Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/Amirulloh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Intan Olivia Marbun (2,5) menjadi korban meninggal saat ledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda pada 13 November 2016. Ayah Intan, Anggiat Manumpak Banjarnahor mengatakan mendapati anaknya hangus di depan Gereja Oikumene Samarinda.

Hal ini diceritakan Anggiat saat bersaksi untuk sidang terdakwa dalang serangan bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

Saat itu, Anggiat mengatakan tengah pulang dari ibadah pada siang hari. Jemaat dan pendeta sedang bersalaman dan terjadi ledakan.


"Setelah itu orang pada berhamburan, saya lihat anak saya enggak ada dan saya berlari. Anak saya kena luka bakar. Intan Olivia bersujud di depan gereja," ujar Anggiat.

Kejadian ini, kata Anggiat, terjadi tepat di depan teras gereja. Melihat anaknya terbakar, sontak Anggiat langsung membawa ke Rumah Sakit Abdul Muis, Samarinda.

"Setelah itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum, setelah dirawat 17 jam, kata dokter sudah meninggal. Kena luka bakar 80 persen. Seluruh tubuhnya hangus," terang Anggiat.

Anggiat sempat melambat saat menceritakan anaknya. Namun, Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini memastikan Anggiat bahwa kesaksiannya demi kebenaran hukum.

Anggiat pun melanjutkan kesaksiannya. Dia bilang masih ada kobaran api saat Intan Olivia bersujud di depan gereja. Selain Olivia, masih ada tiga anak lagi yang menjadi korban luka bom Samarinda.

"Yang tiga lagi dibawa ke RS yang sama. Setahu saya mereka masih dalam perawatan," ujar dia.

Total ada empat anak yang menjadi korban dalam bom Samarinda dua tahun lalu. Mereka adalah Intan Marbun (2,5), Triniti Hutahayan (4), Alfaro Sinaga (5) dan Anita (4).

Jaksa menduga Aman Abdurrahman alias Oman Rochman terlibat dalam aksi serangan bom Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Aman merupakan terdakwa kasus terorisme di lima lokasi di Indonesia.

Adapun terpidana utama dalam bom Samarinda adalah Joko Sugito. Jaksa menduga Sugito dan Aman pernah bertemu di Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Pada 27 Maret 2017, dalam kesaksiannya, Sugito di PN Jakarta Selatan mengatakan sering merakit bom untuk persiapan akhir zaman. Pemahaman itu diperolehnya setelah mendengar sejumlah ceramah Aman. (wis/wis)