"Polri mempunyai kewenangan, apalagi kalau ada korban, ya. Maka perlu kami melakukan penyelidikan. Kalau memang itu terjadi kelalaian atau kesengajaan, kami harus cek," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (19/4).
Lebih jauh, jenderal bintang dua itu meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengaudit seluruh jembatan di Pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Audit itu adalah memeriksa kembali seluruh jembatan-jembatan, khususnya jelang angkutan lebaran ini dan tentunya tugas dari PUPR," ujar Setyo.
Sejauh ini, laporan yang masuk ke kementerian PUPR menyebut bahwa jembatan tersebut sudah tidak bisa menampung beban yang terlalu berat, meski Iwan tak menyebut beban maksimal yang bisa ditanggung jembatan tersebut.
"Tiap jembatan itu karakteristiknya beda-beda. Masalah overload ini baru indikasi, tentu perlu dilakukan investigasi lebih dalam," papar dia.
Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan kepolisian melakukan penyelidikan karena kecelakaan tersebut merenggut nyawa manusia. Salah satu yang akan diselidiki adalah kekuatan atau daya tampung jembatan.
"Kami akan koordinasikan, makanya saya katakan bahwa stakeholders yang lainnya apakah dari PU atau dari Pemda untuk menentukan betul karena ini kepentingan publik," kata Frans, Selasa lalu. (wis/sur)