Penyebab Kapal Dishub Meledak di Pulau Seribu Masih Diusut

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 15:47 WIB
Penyebab Kapal Dishub Meledak di Pulau Seribu Masih Diusut Pemprov DKI Jakarta menyatakan menunggu hasil penyelidikan dilakukan oleh polisi dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). (Dok. Polres Kepulauan Seribu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut insiden meledaknya mesin kapal milik Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta di Kepulauan Seribu masih diusut. Penyelidikan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kami tunggu hasil investigasi dan biar KNKT dan pihak yang berwenang memberikan laporan terhadap apa yang terjadi," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Senin (23/4).

Selain proses investigasi oleh KNKT, Sandi juga memerintahkan Kepala Dinas Perhubungan dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan untuk mengaudit seluruh armada transportasi laut. Sandi mengatakan saat ini Pemprov DKI tengah mendorong pariwisata di Kepulauan Seribu.



"Jadi salah satu kesiapannya adalah infrastruktur transportasi laut," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah berjanji melaksanakan audit secara armada transportasi laut secara menyeluruh.

Menurut dia audit itu tidak hanya berkutata pada kelaikan kapal, tetapi juga kondisi dermaga, kemampuan awak kapal, hingga perilaku masyarakat pengguna transportasi laut.


Andri pun menyampaikan pada tahun ini bakal menyelesaikan rancangan utama transportasi perairan. Tujuannya guna melihat kebutuhan serta jenis armada yang dibutuhkan, dan sebagainya.

"Nah kita menyelesaikan master plan tahun ini termasuk juga rencana induk pelabuhan di kepulauan seribu, itu dari sisi dokumen. Ini jadi bahan evaluasi dan pembelajaran agar musibah ini jadi terakhir," kata Sandiaga.

Kapal milik Suku Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Seribu mengalami ledakan mesin pada Minggu (22/4) pekan lalu, pukul 10.20 WIB.


Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian mengatakan mesin kapal nahas itu meledak saat hendak bertolak dari dermaga di Pulau Panggang.

Saat kejadian, kapal itu digunakan dipakai mengangkut peserta yang telah melaksanakan acara Grebek Sampah di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Sembilan orang luka-luka akibat insiden itu. Lima sudah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara. (ayp)