"Berdasarkan pengamatan kami, gempa susulan cenderung menunjukkan tren menurun, baik dari segi kekuatan maupun intensitas," katanya, di Banjarnegara, Selasa (24/3) pagi, dikutip dari Antara.
Lihat juga:PVMBG Ungkap Penyebab Gempa Banjarnegara |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan informasi yang kami terima, tidak ada kepanikan warga, khususnya pengungsi saat gempa itu terjadi," aku dia.
Tim dari Posko BMKG di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalibening, lanjut Setyoajie, pun sudah menggelar sosialisasi mitigasi bencana di Desa Plorengan, Kecamatan Kalibening, pada Senin (23/4), pukul 17.00 WIB. Hal itu dilakukan atas dasar permintaan dari warga setempat.
Dengan kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat dapat lebih tenang dan memahami apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah terjadinya bencana khususnya gempa bumi.
"Dengan adanya sosialisasi tersebut, kami berharap risiko bencana dapat dikurangi," tandas dia.
Gempa susulan terjadi pada Sabtu (21/4) pukul 04.53 WIB dengan kekuatan 2,1 SR. Gempa berikutnya terjadi pada 07.57 WIB pada hari yang sama dengan kekuatan 2,1 SR. Gempa susulan ketiga terjadi pada pukul 18.09 WIB dengan kekuatan gempa 3,4 SR. (arh/ugo)