Alumni 212 Bertemu Jokowi, Rizieq Klaim Utamakan Dialog

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 09:04 WIB
Alumni 212 Bertemu Jokowi, Rizieq Klaim Utamakan Dialog Rizieq Shihab menilai tak ada yang salah ketika ulama PA 212 bertemu Jokowi. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah merestui sejumlah petinggi Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama bertemu Presiden Joko Widodo. Rizieq menilai dialog harus diutamakan terhadap penyelesaian kasus dugaan kriminalisasi ulama.

Pesan Rizieq itu disampaikan melalui Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak. Yusuf ikut bertemu Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (22/4).

"Saya restui mereka karena saya punya prinsip bahwa dialog dan musyawarah harus dikedepankan sebagai bagian dari dakwah," kata Rizieq sebagaimana dituturkan Yusuf, Kamis (26/4).



Yusuf mengklaim Rizieq selalu menghargai upaya dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan masalah, termasuk perihal dugaan kriminalisasi ulama.

Rizieq menduga selama ini Jokowi mendapat informasi yang salah dari bawahannya terkait kasus yang menimpanya. Oleh karena itu, mesti ada perwakilan Alumni 212 yang menyampaikan informasi yang valid kepada Jokowi secara langsung.

Pembina Persaudaraan Alumni 212 itu menilai tidak ada yang salah ketika para ulama bertemu pemimpin yang tengah berkuasa. Bahkan menurutnya berdasarkan ajaran agama, bertemu pemimpin merupakan sebuah kewajiban untuk keperluan dakwah dan hisbah.

"Saya restui mereka karena saya paham bahwa kunci untuk menghentikan politik kriminalisasi ulama dan aktivis 212 yang terjadi selama ini ada di tangan presiden," katanya.

Sejumlah petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI telah bertemu dengan Jokowi di Istana Bogor untuk membicarakan berbagai persoalan. Mereka yang hadir di antaranya adalah Yusuf Muhammad Martak, Slamet Maarif, Muhammad Al Khathath, Sobri Lubis, serta Roudhul Bahar dan Usamah Hisyam.

Mereka menamakan diri sebagai Tim 11 Ulama Alumni 212. "Agar lebih jelas yang berjumpa Presiden hanya enam orang bukan sebelas orang," tutur Yusuf.

Sementara itu, Jokowi mengatakan pertemuan tersebut sebagai bentuk silaturahmi biasa. Dia tak menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu juga disinggung kasus dugaan kriminalisasi ulama.

"Semangatnya menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habib, kiai, ustad dari seluruh provinsi yang ada di tanah air," kata dia, di Tanjung Priok, Rabu (25/4).
(pmg/ugo)