Jokowi Janji Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Novel

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 06:11 WIB
Jokowi Janji Desak Kapolri Tuntaskan Kasus Novel Jokowi mengatakan sampai saat ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan sampai saat ini masih sanggup menyelesaikan kasus Novel. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan menggunakan air keras sampai saat ini belum tuntas. Namun, Presiden Joko Widodo berjanji bakal mendesak dan memberi tenggat waktu buat Kapolri Jenderal Tito Karnavian, supaya segera mengungkap siapa dalang di balik kejadian itu.

"Memang seharusnya. Itu yang akan saya sampaikan ke Kapolri. Akan saya tanyakan dan beri batasan waktu," kata Jokowi dalam acara Mata Najwa, Rabu (25/4).

Menurut Jokowi, Polri sampai saat ini menyatakan masih sanggup menyelesaikan kasus itu. Hanya saja hingga setahun berlalu belum menemukan titik terang.
"Masa semua kasus harus saya ambil alih. Ada institusi yang menyelesaikan. Saya tanya terakhir mereka masih sanggup menyelesaikan," ujar Jokowi.


Kasus teror yang menimpa Novel terjadi setahun lalu, tepatnya pada 11 April 2017. Saat itu, Novel yang sedang berjalan menuju rumahnya usai melaksanakan ibadah salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, diserang secara tiba-tiba oleh orang tak dikenal.

Penyerang Novel disebut berjumlah dua orang. Mereka berboncengan dengan sepeda motor dan menyiramkan cairan air keras ke arah Novel. Cairan itu mengenai wajah dan merusak penglihatan Novel. Novel pun harus menjalani serangkaian operasi di Singapura.


Pasca kejadian pagi hari itu, dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar kasus ini segera terungkap. Desakan untuk membuat tim gabungan pencari fakta pun disampaikan kepada para pimpinan KPK.

Setahun setelah kejadian, nyatanya upaya pengungkapan kasus Novel masih gelap. Tito memilih membentuk tim khusus gabungan dari tim Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri untuk pengungkapan kasus ini.

Polisi menyebut 100 kamera pengawas alias CCTV sudah diperiksa. Pun demikian lebih dari 80 saksi dimintai keterangan. Sketsa wajah terduga pelaku pun sudah diterbitkan pada 24 November 2017 lalu. (ayp/ayp)