"Angka yang sangat besar. Rasanya kita harus jihad melawan kemiskinan, fardu ain hukumnya, kita harus lawan kemiskinan," ujar Ida saat debat Pilgub Jateng putaran kedua di Sukoharjo, Jateng seperti disiarkan di TV One dan Metro TV, Kamis (3/5).
Ida menyatakan, dirinya bersama pasangannya Sudirman Said berkomitmen menurunkan kemiskinan menjadi enam persen dalam waktu lima tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makro ekonomi adalah data yang dipakai untuk pegangan perencanaan pembangunan nasional termasuk daerah. saya akan sulit memahami bagaiamana merencanakan sesuatu tanpa ekonomi makro dan data statistik," katanya.
Persoalan kemiskinan menjadi sorotan dalam debat. Dalam sebuah video yang ditampilkan dalam Debat, ditampilkan seorang perempuan paruh baya hidup sendiri. Perempuan ini tak memiliki pendapatan dan tinggal di sebuah gubuk tua. Kedua pasangan calon ditantang untuk menanggapi keadaan dari video tersebut dan bagaiman mengatasi kemiskinan yang tinggi di Jateng.
"Janji utama kami kurangi kemiskinan. Ini bukan soal statistik tapi soal kemanusiaan. Ini soal misi karena orang seperti ini masih ada di Jateng," kata Sudirman.
Menurutnya yang harus dipikirkan saat ini adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja yang bisa diakses oleh semua warga.
Dia pun menyebut janji ciptakan lima juta lapangan kerja dalam kurun lima tahun bukan hanya omong kosong atau mimpi belaka.
" Kalau tidak bisa, ya kita tidak maju, karena itu lapangan kerja jadi penting, dan tentu gimana relokasi untuk menolong ibu dan bapak yang nasibnya seperti tadi," kata Sudirman.
Lihat juga:Cek Fakta Debat Kedua Pilgub Jateng |