Sudirman menyebut dari 98 kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi di KPK, 32 di antaranya berasal dari kepala daerah di Jateng.
"Tentu kita tidak ingin tambah jumlah itu, karena itu saya tanya mantan komisioner KPK, Jateng itu pusat korupsi," ujar Sudirman dalam debat pilgub Jateng di Sukoharjo, Kamis (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya Mas Ganjar bolak-balik KPK karena harus bersaksi (kasus e-KTP)," katanya.
"Kami ingin pendataan dilakukan dengan baik dan secepat-cepatnya," ucap Sudirman.
"Jateng apa Jabar yang paling banyak (korupsi)? Publik harus menilai, sekali lagi, jangan sampai bikin data itu salah," ucap Ganjar.
Selain melalui sekolah anti korupsi, untuk mencegah korupsi juga dilakukan dengan memberikan contoh langsung dari pemimpin. Ganjar mengklaim pelaporan gratifikasi dan ketaatan pelaporan LHKPN ke KPK selama ini paling tinggi berasal dari Jateng.
"Itu sudah dilakukan. Gratifikasi juga menurun karena ada kesadaran publik untuk saling kontrol. Itu wajib hukumnya," tuturnya.
Sementara terkait kasus korupsi e-KTP, Ganjar mengaku telah memberikan keterangan secara jelas tidak pernah menerima jatah dari proyek bernilai triliunan itu. Hal itu, menurutnya, juga diketahui cawagub Jateng pasangan Sudirman, Ida Fauziah, yang juga pernah bertugas di Komisi II DPR sama seperti dirinya.
"Kalau kita fair bisa lacak siapa yang terima dan tolak. Saya berikan komitmen dan telada, ketahuilah gubernurmu ini menolak seluruh pemberian itu," ucapnya.