Alasannya, kajian Pemprov DKI Jakarta terkait divestasi 26,52 persen saham di perusahaan produsen bir Anker tersebut belum lengkap. Padahal, Sandi sempat menjanjikan untuk mengumumkan keputusan pada pekan ini.
"Minggu ini pak Anies [Baswedan, Gubernur DKI Jakarta] baru tiba [dari kunjungan kerja]. Saya sampaikan kajiannya juga belum lengkap," ujar Sandi, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi tak merespons pertanyaan soal besaran dividen atau laba bagi pemegang saham dan langsung masuk ke dalam Balai Kota.
Jika alasannya menegakkan hukum syariah, Bestari menilai itu tidak tepat dan tak masuk akal.
Bila PT Delta Djakarta jadi dilepas, Pemprov DKI Jakarta sudah harus memiliki rencana pengganti dari sektor lain. Pasalnya, perusahaan itu menyumbang dividen ke Pemprov DKI Jakarta sekitar Rp40 miliar pada 2017.
"Penggantinya apa? Kan, gini, ya, dicabut pemasukan dari satu sektor. Penggantinya sektor mana?" ucap Bestari.
Sandi mengucapkan wacana ini berasal dari warga dan akan dilakukan dengan sistem lelang.
"Ini sebagian aspirasi dari masyarakat yang telah kami kumpulkan selama kampanye. Tentu nanti tim yang akan memformulasikan [penjualan saham]," kata Sandi di DPW PKS , Jakarta Pusat, 27 April 2017. (arh/wis)