Temui Prabowo, Sandi Sampaikan Hasil Diskusi dengan JK
Dias Saraswati | CNN Indonesia
Senin, 07 Mei 2018 20:35 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Pemenangan Pilpres Partai Gerindra Sandiaga Uno mengaku akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (7/5) malam.
Sandi menyebut pertemuan di kediaman Prabowo tersebut merupakan pertemuan rutin untuk melakukan koordinasi.
Kendati demikian, Wakil Gubernur DKI itu mengaku pertemuan dengan Prabowo kali ini juga akan membahas hasil diskusi yang ia lakukan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.
"Iya akan saya sampaikan," kata Sandi di Balai Kota, Jakarta, Senin (7/5).
Sandi menyampaikan dalam pertemuannya dengan JK, dia sempat menyinggung soal kemungkinan duet Prabowo dengan Anies Baswedan.
Namun, Sandi menyebut tak ada pembahasan spesifik soal itu. Sebab, kata Sandi pernyataan JK tersebut terlontar saat masing-masing menanyakan perihal cawapres dari Jokowi maupun Prabowo.
"Dia bilang gimana Pabrowo-Anies, dia tanya, saya bilang kayaknya Anies masih fokus kerja di DKI pak saya bilang, dan kita nyaman kerja bersama," tuturnya.
Lebih lanjut, Sandi mengungkapkan dirinya dan JK memiliki pandangan yang sama tentang ekonomi, khususnya tentang terciptanya lapangan pekerjaan dan kestabilan harga.
"Kita sepakat bahwa harus ada kebijakan ekonomi yang lebih berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan kestabilan harga-harga bahan pokok, itu kita sepakat," kata Sandi. (osc)
Sandi menyebut pertemuan di kediaman Prabowo tersebut merupakan pertemuan rutin untuk melakukan koordinasi.
Kendati demikian, Wakil Gubernur DKI itu mengaku pertemuan dengan Prabowo kali ini juga akan membahas hasil diskusi yang ia lakukan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang gimana Pabrowo-Anies, dia tanya, saya bilang kayaknya Anies masih fokus kerja di DKI pak saya bilang, dan kita nyaman kerja bersama," tuturnya.
"Kita sepakat bahwa harus ada kebijakan ekonomi yang lebih berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan kestabilan harga-harga bahan pokok, itu kita sepakat," kata Sandi. (osc)