Intel Polisi yang Meninggal di Ragunan Diduga Bunuh Diri

CTR, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 20:26 WIB
Intel Polisi yang Meninggal di Ragunan Diduga Bunuh Diri Penyidik menyatakan berdasarkan keterangan saksi, mendiang David sempat bertanya tempat membeli selang sebelum bunuh diri karena keracunan gas buang kendaraan. (Thinkstock/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang Anggota Intelijen Keamanan (Intelkam) Polres Kutai Timur, Bripda David Ian Wardana (28) ditemukan tewas di sebuah mobil di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan diduga David meninggal karena bunuh diri.

"Ya sementara indikasinya ke sana (kasus bunuh diri), tetap kita coba lihat cari lagi," kata Indra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/5).

Indra mengatakan polisi akan mencari informasi dari keluarga dan kerabat David. Sebab dugaan bunuh diri mencuat lantaran ditemukan surat utang di tempat tinggal korban.


"Mungkin yang dekat apa betul, kalau kita lihat dari catatan-catatan itu kan emang dia banyak utang," ujar Indra.


Selain itu, dari runutan yang didapat polisi dari saksi menyatakan sebelum meninggal, David sempat menanyakan tempat pembelian selang. Namun, ternyata selang itu ia gunakan untuk penghubung knalpot ke dalam pintu mobil.

"Jadi memang ada selang itu dia tahu, karena dia membeli sendiri, akhirnya dia mengunci mobil, kan dari knalpot disambung ke dalam mobil," ujar Indra.

Setelah menyambungkan selang, David menghidupkan mobil dengan menutup seluruh kaca, dan dan membiarkan seluruh gas buang yang beracun masuk ke dalam mobil.


Setelah menggeledah kediamannya di tempat indekost area Ragunan, polisi mendapatkan surat pernyataan utang piutang antara korban dengan rekannya atas nama Redeab Harbandoko. Di surat itu tertulis angka Rp2 juta dengan pembayaran dicicil sebanyak tiga kali.

"Cicilan sebesar Rp670 ribu selama tiga bulan," ucap Indra.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi.

(ayp)