Tjahjo menegaskan urusan terorisme bukanlah semata-mata tanggung jawab TNI dan kepolisian, tetapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara tidak boleh kalah atas siapapun perorangan atau kelompok yang ingin melawan keutuhan bangsa ini. Ini tantangan," lanjutnya.
"Kepala daerah dan DPRD dalam mengambil kebijakan harus melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama di daerah masing-masing," ujarnya.
Tjahjo juga meminta peran aktif masyarakat untuk mengawasi gelagat dan perkembangan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di sekitarnya.
Saat ini, tercatat ada lebih dari 380 ribu ormas yang terdaftar di Kemendagri, Kementerian Hukum dan Ham, maupun di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.
Angka itu belum termasuk ormas yang belum resmi terdaftar di pemerintahan ataupun hanya disahkan melalui akta notaris.
"Silakan kalau ormas mau berdakwah. Ormas Islam sepanjang sesuai Al-Quran dan hadis. Silakan ormas agama Kristen, Buddha, Hindu dan lain-lain berdakwah, sepanjang tidak sesat dan berasas Pancasila," kata Tjahjo.
Adapun kehadiran Tjahjo dalam workshop berisikan 1.100 peserta kader PPP itu adalah mewakili Presiden Joko Widodo.
Jokowi berhalangan hadir karena mendadak terbang ke Surabaya meninjau lokasi bom.
"Saya baru diberitahu Pak Ketum PPP bahwa Pak Presiden jam 12.45 harus ke Surabaya. Semata-mata beliau ingin hadir ditengah-tengah masyarakat yang sedang diteror," kata Tjahjo.
(ard)