Status ini menyusul deretan kerusuhan dan rentetan bom yang dilakukan teroris di sejumlah daerah di Jawa.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan arti dari siaga I ini. Status itu diberlakukan dengan tujuan penambahan personel yang diterjunkan serta meningkatkan kewaspadaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua polisi, semua fungsi. Ada bersenjata (ditambah) dan ada yang enggak," ujar Setyo.
"Beraktivitas seperti biasa. Biarkan polisi yang melindungi masyarakat nantinya, kita yang tambah personel," tegas Setyo.
Renteran peristiwa teror terjadi di sejumlah titik. Dimulai dari kerusuhan dan penyanderaan oleh napi teroris di Rutan Mako Brimob tengah pekan lalu.
Lihat juga:Polri Tetapkan Indonesia Siaga Satu |
Pelayanan Polda Metro Jaya Tetap Buka
Meski status siaga I diberlakukan kepada seluruh polda se-Indonesia, pelayanan di Polda Metro Jaya tidak terganggu. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan pelayanan masyarakat di Polda Metro Jaya tetap membuka pelayanan seperti biasa.
"Tetap buka seperti biasa," kata Argo ketika dikonfirmasi, Senin (14/5).
Lihat juga:Bom di Surabaya, Jakarta Siaga Satu |
Yang menjadi perbedaan, di pintu masuk gedung pelayanan satu atap, terdapat setidaknya tiga personel kepolisian yang membawa senjata laras panjang lengkap dengan rompi anti peluru.
Di Polda Metro Jaya terdapat beberapa pelayanan seperti Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), dan Samsat.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga meningkatkan pengamanan di akses masuk dan keluar markas mereka yang berada di kawasan Jakarta Selatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan polisi memakai rompi antipeluru membawa senjata laras panjang berjaga di kedua pintu. Pengamanan ekstra ini dilakukan untuk antisipasi terkait maraknya peristiwa teror dalam beberapa hari terakhir. (osc/osc)