Terduga Teroris Tandes Surabaya Adik Kandung Bomber Sidoarjo

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 03:10 WIB
Terduga Teroris Tandes Surabaya Adik Kandung Bomber Sidoarjo Terduga teroris DS alias T yang disergap Densus 88 Antiteror diketahui saudara kandung dari terduga pelaku teror bom di Rusunawa Wonocolo, Anton Ferdiantono. (Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Surabaya, CNN Indonesia -- Terduga teroris dengan inisial DS alias T yang disergap Detasemen Khusus 88 Antiteror diketahui merupakan saudara kandung dari terduga pelaku teror bom di Rusunawa Wonocolo, Anton Ferdiantono.

"Yang terduga warga Surabaya, ya itu adiknya yang di rusunawa, adik kandung," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini usai meninjau tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (15/5).

Selain itu, Risma menyebut para teroris di Surabaya dan Sidoarjo mempelajari paham radikalisme dari situs-situs di internet.



"Saya ingin menyampaikan kalau ternyata mereka belajarnya dari internet," kata Risma.

Pemerintah, kata Risma, seharusnya bisa mengambil tindakan pencegahan terkait fenomena tersebut.

Sementara itu, Khusen pemilik warung kopi tetangga rumah kos yang ditempati DS alias T, mengatakan pada mulanya Anton terduga pelaku teror bom di Sidoarjo juga hendak pindah ke wilayah tersebut.

"Tahu kabar, tiga-empat bulan yang lalu kok. Katanya dia mau pindah di sini, udah di DP (down payment)," kata Khusen.


Kabar itu dia ketahui dari istri pelaku yaitu S. Menurutnya Anton akan segera menempati kos yang sama meski beda kamar dengan T.

"Bilangnya belum ditempati masih menempati rusunawa kok. Tapi sampai sekarang belum kok ditempati," kata Husen.

Sebelumnya dilaporkan, T tewas dalam penyergapan yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Polri di rumah kosannya, di Kecamatan Tandes, Surabaya. Dalam penyergapan T tersebut, polisi turut mengamankan istrinya, S (33) dan anak-anaknya masing-masing berinisial DVN, AIS dan HAA.

Penyergapan terhadap T diduga sebagai bagian dari operasi penindakan terhadap para terduga teroris usai rentetan teror bom di Surabaya, Minggu (13/5) dan Senin (14/5).

Dalam aksi teror bom Surabaya itu, 29 orang tewas termasuk pelaku dan warga. Sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka termasuk dari pihak kepolisian. Sebagian jenazah korban tewas telah diambil pihak keluarga. (rah/rah)