Tokoh Agama Imbau Jemaat Tetap ke Gereja di Hari Minggu

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 05:15 WIB
Tokoh Agama Imbau Jemaat Tetap ke Gereja di Hari Minggu Forum Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur mengimbau para jemaat tetap seperti biasa beribadah ke Gereja di hari Minggu, usai teror bom di Sidoarjo dan Surabaya. (Ilustrasi/Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Surabaya, CNN Indonesia -- Tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam Forum Lintas Agama dan Etnis Jawa Timur mengimbau agar para jemaat tetap seperti biasa beribadah ke Gereja di hari Minggu, usai rentetan teror bom di Sidoarjo dan Surabaya.

"Kami mengimbau kepada seluruh gereja yang ada, tak perlu takut, bahkan harus berani datang ke gereja pada hari Minggu," ujar Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja Agus Susanto di Mapolda Jawa Timur, Rabu (16/5)

Hal itu dikatakan usai tokoh-tokoh lintas agama itu menemui Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin. Dalam pertemuan itu, mereka meminta ada formulasi pengamanan gereja dan tempat ibadah usai rentetan teror yang terjadi Minggu (13/5).



Agus menyebutkan imbauan itu dibuat karena ada indikasi trauma sosial di tengah masyarakat atas peristiwa tersebut. Termasuk kekhawatiran masyarakat untuk beribadah di gereja pada hari Minggu.

"Sehingga kami meminta formulasi penanganan pengamanan kepada kepolisian dan juga diminta pengamanan internal," ujarnya.

Selain itu, menurut Agus usai serentetan teror tersebut, ada indikasi kemunculan benih kebencian terhadap identitas agama tertentu. Dia berharap hal ini yang menjadi tugas tokoh agama dan kepolisian dapat segera teratasi agar tidak muncul gelombang teror baru.


Di sisi lain, Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur Ali Maschan Moesa mengatakan sudah ada kesepakatan dengan Machfud dan Kabaintelkam Polri Lutfi Lubihanto untuk memperketat pengamanan di gereja Minggu mendatang.

"Minggu ada peningkatan kewaspadaan, protap Polri juga begitu," kata Ali.

Ali menambahkan pihak umat Islam salah satunya dari Banser NU siap membantu pengamanan di gereja-gereja pada Minggu mendatang.

"Dengan kebersamaan internal gereja dan seluruh tempat ibadah, Polri dengan Banser seluruh Jawa Timur Insya Allah aman," kata dia.

Rentetan bom mengguncang beberapa tempat di Surabaya. Aksi teror bom bunuh diri terjadi di tiga gereja Surabaya disusul ledakan di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Minggu (13/5). Pada Senin (14/5), serangan bom bunuh diri juga terjadi di Mapolresta Surabaya. (rah/rah)