"Ini, kan, bukan curi mencuri barang. Di seluruh dunia juga menghadapi hal serupa. Jangan saling menyalahkan," ujar Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (16/5).
Penilaian BIN kebobolan disampaikan salah satunya oleh Anggota Pansus RUU Terorisme Muhammad Nasir Jamil beberapa waktu lalu. Menurutnya, rentetan teror belakangan ini diakibatkan lemahnya fungsi BIN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak boleh saling menyalahkan. Saling menyadari ini tugas bersama, kalau menyalahkan itu bagian teror. Tidak bisa, ya," tutur mantan Panglima ABRI ini.
Karena itu, ia enggan menanggapi lebih lanjut desakan sejumlah pihak agar Budi Gunawan dan Tito mundur dari jabatannya.
"Itu tidak usah ditanggapi," ucapnya.
Selang tiga hari kemudian, tepatnya Minggu (13/5) pagi, ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, disusul malam harinya ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Teror berlanjut pada Senin (14/5) di Mapolrestabes Surabaya dengan ledakan bom bunuh diri.
Selepas itu, giliran Mapolda Riau yang jadi sasaran penyerangan terduga teroris, Rabu (16/5) pagi.
Rangkaian teror dari tengah pekan lalu ini diiringi dengan aksi penindakan Densus 88 Antiteror yang melakukan sejumlah penangkapan para terduga teroris di beberapa titik seperti di Bekasi, Sukabumi, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tangerang, dan Palembang. (osc/wis)