Panti Sosial Kemensos Tampung Anak Terpapar Radikalisme

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Kamis, 17/05/2018 13:53 WIB
Panti Sosial Kemensos Tampung Anak Terpapar Radikalisme Ilustrasi radikalisme. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Sosial menyatakan mempunyai tempat khusus buat menampung anak-anak yang terpapar ideologi radikal. Mereka bakal ditampung di Panti Sosial Marsudi Putera (PSMP) Handayani di Bambu Apus, Jakarta Timur.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto mengatakan saat ini terdapat sekitar 200 anak yang berada di panti itu. Sebagian besar dari mereka dideportasi dari Turki saat terciduk hendak dibawa ke Suriah. Kemensos menyatakan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait penanganan mereka.

"Yang di Bambu Apus itu kemarin baru pulang dari Turki akan ke Suriah. Kita tahu mereka akan berperang di sana, tetapi keburu ketahuan Pemerintah Turki sehingga mereka dikembalikan," kata Edi di Jakarta, Kamis (17/5).



Edi menuturkan mayoritas anak berasal dari Pulau Jawa. Kampung halaman mereka tersebar di sejumlah daerah.

"Sebenarnya cukup tersebar. Kalau kemarin kita melihat petan dari 200-an keluarga yang pernah direhab di Bambu Apus, banyak di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat walau banyak di tempat lain," ujarnya.

Menurut Edi, satu-satunya pendekatan yang paling tepat untuk menangani anak berpaham radikal adalah rehabilitasi.

Program dan layanan yang diberikan di PSMP Handayani atau panti sosial lainnya yakni bimbingan sosial, bimbingan fisik dan mental, bimbingan keterampilan, hingga pengembangan minat dan bakat.


"Program diskusi, pendampingan, terapi bermain yang tidak terasa mengubah pandangan anak," ujar Edi.

Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Kanya menambahkan, sebenarnya saat ini muatan penghuni PSMP Handayani sudah melebihi batas. Panti itu seharusnya hanya menampung seratus anak, tetapi diisi 200 orang.

"Daya tampung 100, sekarang 200 orang karena Detasemen (88 Antiteror) banyak kirim. Sekarang sebagian sudah pulang. Sepertinya mau datang lagi dari Suriah," ujar Kanya. (ayp)