Sandi menyebut Pemprov DKI Jakarta tak ingin menambah kecemasan warga Jakarta dengan pengetatan keamanan.
"Kita tingkatkan kewaspadaan dengan lebih alert, bukan tingkat pengamanannya yang berlebih. Takutnya akan menimbulkan kecemasan baru," ucap Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi teror pertama terjadi di Surabaya. Satu keluarga yang terdiri dari orang tua dan empat anaknya melakukan bom bunuh diri di tiga gereja berbeda. Pada malam harinya, sebuah bom meledak di Rusun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo.
Tidak ada pemeriksaan berlebihan kepada orang yang keluar masuk kawasan ini.
Awak media massa pun bebas mondar-mandir. Ini berbeda dengan pengamanan di Gedung DPR, Mabes Polri, dan Mapolda Metro Jaya. Wartawan di tiga lembaga itu harus menunjukkan kartu identitas khusus dan menjalani serangkaian pemeriksaan sebelum keluar masuk.
"Alhamdulillah aman, mudah-mudahan aman terus ke depan," tuturnya. (wis)