Aa Gym Minta Daftar 200 Mubalig Kemenag Dievaluasi MUI
Ihsan Dalimunthe | CNN Indonesia
Senin, 21 Mei 2018 15:41 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendakwah Abdulllah Gymnastiar (Aa Gym) mengimbau agar daftar 200 mubalig rujukan Kementerian Agama (Kemenag) dievaluasi dengan seksama.
Aa Gym berharap kebijakan Menteri Lukman Hakim Syaifuddin yang menimbulkan polemik itu dibahas bersama ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Alangkah indahnya kebijakan ini dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam," tulis Aa Gym lewat akun Facebook pribadinya, Senin (21/5).
[Gambas:Facebook]
Pendiri Pondok Pesantren Daatut Tauhid itu mengatakan evaluasi perlu dilakukan Kemenag agar kelak dapat menghasilkan kebijakan adil dan didukung oleh umat. Dia mengaku agak gundah saat namanya turut masuk ke dalam daftar mubalig rujukan pemerintah.
"Ada nama Aa tercantum, seketika hati ini merasa sangat gundah," katanya.
Kegundahan itu muncul karena Aa Gym merasa secara kriteria mubalig yang dimaksud Kemenag dirinya masih sangat jauh dari selayaknya seorang ulama baik dari segi keilmuan maupun pengamalan.
"Apalagi melihat guru-guru dan sahabat-sahabat yang tak diragukan lagi keilmuan, kecintaan dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar," tambahnya.
Aa Gym lantas mengutip Alquran ayat 10 hingga 22 Surat Al-Hujarat yang mengingatkan sesama mukmin adalah bersaudara dan harus menjauhi prasangka buruk. Dia menganggap polemik ini adalah ujian bagi umat Islam di bulan Ramadhan.
"Ini ujian untuk terus semangat menjalin ukhuwah, saling menasehati dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran. Aa percaya bahwa daftar ini dibuat untuk kemaslahatan bersama bangsa kita," ungkapnya.
(gil)
Aa Gym berharap kebijakan Menteri Lukman Hakim Syaifuddin yang menimbulkan polemik itu dibahas bersama ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Alangkah indahnya kebijakan ini dievaluasi dengan seksama dan dimusyawarahkan dengan MUI serta melibatkan para pimpinan ormas Islam," tulis Aa Gym lewat akun Facebook pribadinya, Senin (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendiri Pondok Pesantren Daatut Tauhid itu mengatakan evaluasi perlu dilakukan Kemenag agar kelak dapat menghasilkan kebijakan adil dan didukung oleh umat. Dia mengaku agak gundah saat namanya turut masuk ke dalam daftar mubalig rujukan pemerintah.
Kegundahan itu muncul karena Aa Gym merasa secara kriteria mubalig yang dimaksud Kemenag dirinya masih sangat jauh dari selayaknya seorang ulama baik dari segi keilmuan maupun pengamalan.
"Apalagi melihat guru-guru dan sahabat-sahabat yang tak diragukan lagi keilmuan, kecintaan dan perjuangan untuk negeri tercinta ini, belum ada dalam daftar," tambahnya.
Aa Gym lantas mengutip Alquran ayat 10 hingga 22 Surat Al-Hujarat yang mengingatkan sesama mukmin adalah bersaudara dan harus menjauhi prasangka buruk. Dia menganggap polemik ini adalah ujian bagi umat Islam di bulan Ramadhan.
"Ini ujian untuk terus semangat menjalin ukhuwah, saling menasehati dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam kesabaran. Aa percaya bahwa daftar ini dibuat untuk kemaslahatan bersama bangsa kita," ungkapnya.