Polri Tegaskan Tak Ada Rekayasa dalam Rentetan Bom Surabaya

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 20:27 WIB
Polri Tegaskan Tak Ada Rekayasa dalam Rentetan Bom Surabaya Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan aksi terorisme yang diduga oleh beberapa pihak sebagai rekayasa, adalah murni dilakukan kelompok radikal. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menegaskan tak ada rekayasa pada rangkaian serangan teror bom di Surabaya beberapa hari lalu.

Aksi terorisme yang diduga oleh beberapa pihak sebagai rekayasa, menurut Setyo adalah murni dilakukan kelompok radikal. Dia mengatakan pemerintah atau pihak tertentu tak mungkin melakukan rekayasa melalui aksi brutal.

"Ketika Bom Bali ada 202 orang meninggal, 800-an luka-luka, kejadiannya pun sangat brutal, tak ada setting-an, tak ada satu sutradara pun yang bisa membuat drama seperti ini," kata Setyo di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (22/5).



Setyo menceritakan pengalamannya saat mendatangi langsung tempat kejadian perkara pengeboman. Dia mengaku melihat langsung TKP yang belum dibersihkan dan menyebut tak mungkin seseorang rela melakukan ini hanya demi pengalihan isu semata.

"Saya datang ke lokasi, berantakan, tangan, darah, berceceran, tak ada rekayasa, tak mungkin ada orang yang mau merekayasa ini semua," katanya.

Lagi pula menurutnya, rentetan bom yang terjadi di Indonesia tak hanya menimbulkan korban jiwa. Pada praktiknya, aksi teror bom justru menimbulkan efek yang berkepanjangan.

Salah satunya yakni kata dia, terkait dengan kecemasan berkepanjangan yang timbul di masyarakat.


"Mulai cemas, masyarakat takut akan terjadinya bom-bom, kabar hoax pun muncul yang efeknya membuat masyarakat risau," kata dia.

"Jadi siapa yang mau rekayasa hal yang berdampak begini," katanya.

Padahal menurut Setyo, untuk menanggulangi terorisme harus ada kerja sama dengan semua pihak. Tak hanya Polri dan TNI atau jajaran lembaga antiterorisme seperti BNPT dan BIN tapi juga masyarakat harus terlibat menanggulangi terorisme.

"Pemberantasan terorisme harusnya memang ada kerjasama dengan semua stakeholeder. TNI, BNPT, BIN, Pemda, maupun pemerintah pusat, semua terlibat," katanya.

(pmg)