Anies Tepis Kritik Jokowi Soal Biaya Kesehatan Jakarta Mahal

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 15:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa media massa sengaja memberitakan pernyataan Jokowi soal biaya kesehatan secara sensasional. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa media massa sengaja memberitakan pernyataan Jokowi soal biaya kesehatan secara sensasional. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menganggap pernyataan Presiden Joko Widodo, yang menyebut biaya kesehatan di Jakarta mahal, sebagai kritik. Dia meminta publik mendengar secara utuh pernyataan Jokowi agartidak ada mispersepsi.

"Sebetulnya dengar saja lengkap, kalau cuplikan itu enggak, tidak seperti itu. Kutipannya apa, kenyataannya, lihat saja rekamannya" kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Kamis (24/5).

Anies pun meminta agar wartawan untuk mendengarkan rekaman pernyataannya secara lengkap. Sebab, menurutnya pernyataan Jokowi tak sekedar soal biaya kesehatan di Jakarta yang mahal. Anies justru menyinggung judul-judul pemberitaan yang dianggap senga dibuat sensasional, dalam mengabarkan pernyataan Jokowi itu.



"Kalau dotcom-dotcom (media online) memang sensasional judulnya, enggak komentar saya," ucap Anies.

Dalam pertemuan dengan sejumlah pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) di Istana Negara kemarin, Jokowi sempat memberi tahu Anies soal biaya kesehatan di Jakarta yang cukup mahal.

"Ada yang di Jakpus Rp435 juta. Harus dibayar itu kewajiban pemerintah. Di Jakarta Pusat ada yang Rp365 juta. Ya, dibayar. Jakarta mahal-mahal kalau sakit, Pak Gub. Memang Jakarta mahal," ucap Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5) kemarin.


Pernyataan Jokowi itu dibantah oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Menurut Sandiaga, biaya kesehatan di Jakarta saat ini sudah menurun karena dia dan Anies sudah membuat porsi anggaran tersendiri di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Biaya kesehatan memang sekarang kalau di DKI sudah terpetakan jauh menurun karena yang kita alokasikan dana 17 persen (dari APBD)," kata Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, hari ini.

Selain itu, kata Sandiaga, Jakarta juga telah menerapkan cakupan jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) yang disarankam WHO. Sehingga pelayanan kesehatan sudah menyasar seluruh lapisan masyarakat. (ayp)