Gatot Nurmantyo Angkat Suara Soal UU Terorisme

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Sabtu, 26/05/2018 02:09 WIB
Gatot Nurmantyo Angkat Suara Soal UU Terorisme Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku optimis hasil revisi Undang-undang Tindak Pidana Terorisme akan mampu menjadi alat untuk memberantas teroris di Indonesia.

Hal itu disampaikan Gatot menanggapi pengesahan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme menjadi UU yang ditetapkan secara aklamasi oleh pemerintah dan DPR, pada Jumat (25/5).

Adapun, panitia khusus (pansus) RUU Terorisme telah membahas revisi UU 15/2003 sejak Gatot masih menjabat sebagai Panglima TNI. Salah satu wacana yang bergulir dalam pembahasannya adalah perlu-tidaknya keterlibatan militer dalam UU tersebut. Pemerintah memandang perlu ada kewenangan TNI pada UU Terorisme.
Namun, Gatot menyebut bahwa sesungguhnya TNI tidak ada keinginan untuk terlibat lebih jauh dalam pembahasan UU Terorisme.


"TNI tidak punya keinginan, tetapi TNI patuh kepada hukum. Jadi, hukum menentukan apapun juga, TNI loyal pada hukum," kata Gatot disela-sela acara buka puasa bersama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di rumah dinas Fahri, Jakarta, Jumat (25/5).

"Karena panglima tertinggi dari TNI adalah hukum. Itu zaman saya. Sekarang juga tetap," lanjut Gatot seraya berseloroh.

Salah satu poin rumusan fundamental strategis dari hasil masukan sejumlah anggota pansus bersama pemerintah adalah menambah ketentuan pelibatan TNI yang dalam hal pelaksanaannya akan diatur dalam peraturan presiden dalam jangka waktu pembentukannya maksimal 1 tahun setelah UU ini disahkan.
Dengan demikian, UU Terorisme membuat ruang gerak TNI lebih luas. Selanjutnya, operasionalisasi TNI akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Menurut Gatot, pemberantasan teroris bukan semata-mata tugas TNI dan Polri. Melainkan semua komponen bangsa dan masyarakat.

"Orang Indonesia itu punya gen ksatria dan patriot. Kalau itu dimanfaatkan, selesai sudah. Hanya selama ini tidak dimanfaatkan maksimal," ujarnya.
(lav/lav)