Menurut Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, sangat sulit untuk membedakan bawang putih layak konsumsi dan bibitnya.
"Kita sendiri tidak bisa bedakan, yang bisa lab," kata dia, di Bareskrim, Kamis (31/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasat mata tidak ada perbedaannya. Yang bisa dilihat yang untuk bibit, kulitnya lebih utuh, lebih lengkap karena mungkin masih bibit jadi biar lebih kuat," lanjutnya.
Dalam rilisnya, balai karantina Tanjung Priok menerangkan bibit bawang putih impor tersebut mengandung penyakit. Namun, lagi-lagi tak ada penjelasan soal penyakit yang diakibatkan cacing tersebut. (arh)