Analisis

Manuver Amien Rais Dekati Rizieq dan Bumerang untuk PAN

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Selasa, 05/06/2018 13:13 WIB
Manuver Amien Rais mendekati Rizieq Shihab dinilai sejumlah pengamat sebagai inisiatif untuk membantu mendongkrak elektabilitas PAN yang sedang terjerembab. Amien Rais dan Rizieq Shihab. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manuver Amien Rais merapat ke Ketua Gerindra Prabowo Subianto merupakan hal wajar dalam politik. Namun penilaian serupa tak berlaku saat politikus senior PAN itu mendekati Rizieq Shihab dan kelompok 212.

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjajaran Muradi menilai aksi Amien membentuk koalisi Keumatan Bersama Rizieq Shihab usai ibadah umrah sebagai langkah keliru.

Muradi menjelaskan dalam perspektif pemilih, pendekatan Amien yang intens dengan kubu Rizieq tak akan banyak membantu PAN dalam pemilu tahun depan.


Manuver tersebut justru dinilai semakin membatasi jangkauan PAN dalam mendulang suara pemilih di pemilihan legislatif 2019.

"Cara ini tidak efektif karena dengan mendatangi Habib Rizieq maka dia semakin melokalisir jangkauan partainya," ujar Muradi yang dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (5/6).

Salah satu kekhawatiran Muradi dari langkah Amien tadi adalah menjauhkan PAN dari basis pemilih mereka yang paling potensial: Muhammadiyah.

"Karena Muhammadiyah itu enggak mengenal imam besar," kata Muradi.

Manuver Amien Rais Dekati Rizieq ShihabAmien Rais dan Prabowo Subianto saat umrah bersama di Mekah. (Dok. Istimewa)
Amien Rais dan Prabowo menemui Rizieq usai menjalani umrah di Mekah akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut Rizieq meminta kepada para tamunya agar lekas membentuk koalisi bersama PKS dan PBB sebagai persiapan menghadapi Pilpres 2019.

Muradi tak menampik 'sowan' Amien kepada Rizieq mampu menjaring massa di lingkaran Rizieq untuk memilih PAN. Tetapi, jumlah suaranya belum tentu sepadan dibandingkan potensi kehilangan suara akibat manuver tersebut.

"Yakin FPI punya 7 juta pengikut? Dalam politik harus dihitung juga. Misalnya ada orang yang suka Pak Prabowo atau Pak Amien, tapi apa mereka juga suka Habib Rizieq?"

Mengangkat Pamor PAN

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago melihat manuver Amien Rais tersebut berdasarkan posisi PAN saat ini. 

Sebagai partai papan tengah, menurut Pangi, ada kebutuhan bagi PAN untuk membuat manuver khusus yang bisa mendongkrak popularitas partai. Tujuannya adalah mendulang suara di pemilihan legislatif.

Merujuk dari sejumlah hasil survei, apa yang diutarakan Pangi memang ada benarnya.

Survei LSI Denny JA pada 28 April sampai 5 Mei 2018, misalnya, mendapati elektabilitas PAN hanya 2,5 persen. Sementara survei Litbang Kompas pada 21 Maret hingga 1 April 2018 menghasilkan elektabilitas PAN di angka 1,3 persen.

Berdasarkan dua survei itu PAN diprediksi tak lolos parliamentary treshold atau ambang batas parlemen yang dipatok sebesar 4 persen.

Manuver Amien Rais Dekati Rizieq ShihabPengaruh Amien Rais di tubuh PAN disebut masih cukup kuat. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Pangi menduga Amien sedang berupaya membantu partai keluar dari masalah tersebut.

"Strategi Pak Amien ini, kan, mendongkrak partai lewat figur-figur tadi (Prabowo dan Rizieq), lalu memainkan peran oposisi," tukas Pangi.

Apa yang dilakukan Amien, kata Pangi, juga tak lepas dari masih besarnya pengaruh Amien di dalam partai. Sementara di sisi lain, para pengurus PAN belum seluruhnya yakin dengan manuver yang ditempuh Amien.

Hal itu pada akhirnya mempengaruhi sikap atau kebijakan politik PAN saat ini. Pangi menyebut PAN kerap memperlihatkan dua wajah politik. Yakni sebagai partai pemerintah dan tak jarang sebagai partai oposisi.

PAN sampai detik ini memang masih belum memutuskan dukungan di Pilpres 2019. Meski mendapat jatah kursi kabinet, PAN masih menahan diri untuk menyatakan dukungan kepada Presiden Jokowi. 

Di sisi lain, PAN juga tak menegaskan dukungan kepada Prabowo Subianto meski dalam beberapa kesempatan hubungan sejumlah politikus PAN dengan Gerindra terlihat cukup mesra. 

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Ketua PAN Zulkifli Hasan, terutama dalam upaya melepaskan diri dari pengaruh Amien di dalam partai. (wis/wis)