"Ideologi ini menyebar mengambil kesempatan kebebasan karena demokrasi. Yang kedua karena adanya kemajuan pengetahuan sosial teknologi informasi," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).
Media sosial dan internet menjdi alat yang moncer bagi mereka menyebarkan ajaran. Tito pun mencontohkan dua wanita yang diduga mencoba menyerang di Mako Brimob pasca penyerangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena memang memanfaatkan sosial nedia, memanfaatkan internet, jadi tidak perlu crossing bergerak langsung ke wilayah itu karena internet atau dunia cyber itu borderless (tanpa batas)," tutur Tito.
"Dan tolong waspadai bagi masyarakat jangan mudah terbawa ke ideologi terorisme ini. Gunakan juga kesempatan untuk menanya kepada tokoh-tokoh lain untuk mendapatkan alternative. Jangan cerna begitu saja informasi yang ujungnya mengajak aksi kekerasan, membunuh masyarakat lainnya," tutup Tito. (osc)