H-8 Idul Fitri, Pemudik Akan Padati Terminal Bus Kalideres

FHR, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 03:20 WIB
H-8 Idul Fitri, Pemudik Akan Padati Terminal Bus Kalideres Terminal Kalideres akan dipadati pemudik Kamis (7/6). (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Terminal Bus Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan, lonjakan penumpang arus mudik lebaran diprediksi dimulai pada kamis (7/6) atau H-8 Hari Raya Idul Fitri.

"Sesuai Surat Keputusan Menteri Perhubungan bahwa arus mudik mulai dari H-8," kata Revi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/6).

Pihaknya, kata Revi, sudah menyiapkan berbagai sarana pendukung kenyamanan dan kelancaran arus mudik. Di antaranya adalah ruang tunggu penumpang, ruang istirahat para pengemudi, ruang ibu menyusui atau laktasi, posko pengamanan terpadu, posko kesehatan umum dan posko pengecekan urin pengemudi.



Selain itu, juga ada media center dan posko pemeriksaan kendaraan bermotor atau ramph check bus. Posko-posko tersebut akan efektif beroprerasi sejak H-8 namun khusus untuk posko ramp chek bus sudah mulai beroperasi sejak 14 Mei 2018.

"Jadi sejak 14 Mei sampai 6 Juni kami gelar pra ramp check sebagai sosialisasi. Kemudian berlanjut 7 Juni hingga 24 Juni atau H+8," kata Revi.

Berdasarkan data, hingga hari ini sudah 247 bus yang diperiksa. Sebanyak 49 dinyatakan lulus, 198 dinyatakan tidak lulus dan 2 bus dilakukan tilang karena tidak layak jalan.


Namun ia menjelaskan, tidak lulusnya bus dalam proses ramp chek bukan berarti kendaraan tersebut tidak layak jalan. Hanya saja ada beberapa peralatan pendukung yang belum tersedia di bus itu. Misalnya, alat pemecah kaca, dan pemadan api kecil atau APAR.

Terhadap bus yang tidak lolos proses ramp check itu, petugas akan memberikan surat peringatan. Tujuannya agar pemilik bus segera melengkapi bus dengan peralatan pendukung tersebut. Sedangkan mobil yang layak jalan akan dipasang sticker lulus uji kelaiakan.

Terkait keamanan, Revi mengatakan, pihaknya juga melibatkan personil polisi dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Barat dan Polsek Kali Deres. Mereka akan disebar ke seluruh area terminal, baik yang berseragam aparat maupun yang berpakaian preman.


Revi mengatakan, hingga saat ini belum ada tindak kriminal yang dilaporkan calon penumpang bus. Beberapa waktu lalu ada satu kasus pencopetan, namun kejadiannya di luar area terminal.

"Tapi korban melapornya ke terminal Kali Deres," kata Revi.

Pantauan CNNIndonesia.com lokasi ruang tunggu penumpang memanfaatkan taman yang lokasinya tidak jauh dari posko pengaduan. Di lokasi ini didirikan tenda dan disediakan sejumlah bangku agar para penumpang bisa duduk beristirahat.

Sementara di area penjualan tiket tampak cukup ramai calon penumpang bus. Kebanyakan dari mereka merupakan warga dari berbagai daerah yang ingin kembali ke kampung halamannya sebelum lebaran.

(DAL/DAL)