Sandiaga Minta Masyarakat Awasi Penarikan Tunai KJP Plus

DHF, CNN Indonesia | Sabtu, 09/06/2018 05:43 WIB
Sandiaga Minta Masyarakat Awasi Penarikan Tunai KJP Plus Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta masyarakat turut mengawasi penggunaan dana KJP Plus yang sebanyak hampir setengahnya bisa ditarik tunai untuk keperluan murid. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus sudah bisa ditarik tunai sejak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub Nomor 4 Tahun 2018 pada 26 Januari lalu. Atas dasar itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta warga untuk ikut mengawasi penggunaan dana KJP Plus.

"Kita ingin semuanya mengawasi, masyarakat sekitarnya mengawasi. Jangan sampai porsi tunai ini malah dipakai untuk hal-hal yang konsumtif," ujar Sandi di TMP Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (8/6).


Keputusan untuk memperbolehkan KJP Plus ditarik tunai, kata Sandi, untuk membantu biaya pendidikan yang harus dibayar tunai.


Dia mengklaim keputusan ini berdasarkan permintaam warga Jakarta yang memiliki anak penerima KJP Plus.

"Mungkin untuk sarapan paginya, mungkin bagian dari transportasi karena transportasi kita kan tiga puluh persen dari penghasilan kita, sangat tinggi. Mungkin untuk kursus-kursus yang di luar, yang tidak ditanggung," imbuhnya.


Dalam keterangan pers Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika DKI Jakarta pada Rabu (6/6), Pemprov DKI Jakarta menggelontorkan Rp3,9 triliun untuk KJP Plus. Dana itu ditujukan bagi 680.046 orang penerima lama dan 124.969 orang.

Siswa SD mendapat dana KJP Plus Rp250 ribu per bulan. Sebanyak Rp100 ribu di antaranya bisa ditarik tunai.

Untuk Siswa SMP, menerima dana KJP Plus sebesar Rp300 ribu, dan setengahnya dapat ditarik tunai.

Bagi siswa SMA dan SMK, mendapat masing-masing Rp420 ribu dan Rp450 ribu per bulan. Rp200 ribu di antaranya dapat ditarik tunai.

Sementara untuk peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menerima Rp300 ribu per bulan dan setengahnya bisa ditarik tunai. Selain itu, peserta Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) mendapat dana KJP Plus Rp1,8 juta, dan Rp150 ribu dari jumlah itu bisa ditarik tunai. (kid/kid)